I Want to Travel more !!!!

Beberapa tawaran untuk kembali melakukan perjalanan dan berinteraksi dengan alam kembali saya terima akhir – akhir ini. Dan ini jelas menggoda hati, karena sudah dua tahun lebih saya tidak melakukannya.

Ternyata memang berbeda kondisi saat saya masih membujang dengan kondisi sekarang yang sudah berkeluarga dan hampir punya dua anak. Kalo dulu begitu ada tawaran, saya tinggal langsung berangkat saja, sedangkan sekarang saya setidaknya harus menyesuaikan dulu dengan jadwal kegiatan keluarga, kepentingan istri, kepentingan anak, dan seterusnya dan seterusnya.

Ada beberapa hal lain yang memberatkan saya untuk melakukan kegiatan naik gunung atau melakukan perjalanan lagi.

Pertama, percayalah, jika anda sudah berkeluarga, tantangan terberat melakukan perjalanan bukan pada terjal dan mendakinya jalan yang dilalui, bukan pada panas terik dan kurangnya persediaan air, bukan pada sengatan dingin dan guyuran hujan yang membekukan, bukan pada berat beban dan badai yang menghantam, tetapi yang lebih berat dari semua itu adalah : rasa rindu mengharu biru pada keluarga.

Kedua, dana. Alhamdulillah saya dan keluarga bukan termasuk orang yang hidup kekurangan. Tetapi seperti ada rasa bersalah jika saya melakukan perjalanan dengan menyedot budget yang lumayan, dan disaat yang sama, ada beberapa alokasi lain yang bersifat lebih wajib didahulukan ditinjau dari aturan agama, yang ternyata belum bisa saya tunaikan. Setidaknya membayar hutang, bersedekah, berbagi harta, dan naik haji jelas lebih wajib hukumnya. Jalan tengahnya, saya membuat alokasi pembayaran hutang dan berbagi harta, juga alokasi dana naik haji, dari penghasilan rutin saya dan istri. Sedangkan untuk dana melakukan perjalanan, saya mengalokasikannya dari penghasilan lain berupa sisa biaya perjalanan dinas.

Ketiga, ini yang susah. Berat badan saya kini 8 kilo lebih berat dari saat pendakian terakhir (2006). Itu artinya, jika harus naik gunung lagi, saya harus bekerja ekstra keras untuk melatih kekuatan fisik dan tentunya melatih kekuatan kaki yang harus membawa beban 8 kilo ( 5 kilo diantaranya di perut ha ha ha ha ) lebih berat.

Jadi, untuk pihak – pihak yang pernah menawarkan untuk ikut ke Kerinci ( Sumatra, 3805 mdpl ), Kinabalu ( Kalimantan, 4095 mdpl ), atau Rinjani lagi ( Lombok, 3726 mdpl ), saya mohon maaf karena saya perlu waktu untuk melakukan persiapan.

Advertisements

Mutiara dari Cidahu

Abuya Dimyati, adalah seorang ‘ulama terkemuka yang masih keturunan langsung dari Syaih Imam An Nawawi Al Bantani. Syekh Nawawi atau Mbah Nawawi ini adalah seorang ulama yang begitu besar jasanya membukukan ‘ilmu Syariah dan Tarekat dalam bentuk kitab – kitab yang menjadi acuan utama dari sebagian besar Pesantren – pesantren yang ada di Indonesia. Dengan usia sekitar 90 tahunan, Abuya Dimyati masih sanggup aktif mengajar pesantren pada waktu dhuha, ba’da dhuhur, ba’da ashar, ba’da isya, pertengahan malam (pada bulan Ramadhan, jadwal ngaji tengah malam ditiadakan, karena beliau melakukan sholat tarawih dari mulai jam 9 malam hinga jam 3 pagi, subhanalloh), dan diakhiri dengan menerima tamu setelah sholat shubuh. Luar biasa, hampir tidak ada kata tidur dalam kamus hidupnya.

Ramadhan, 2001
Saya dan Donny tiba di desa Cidahu, Cadasari Pandeglang begitu maghrib menjelang. Dan langsung disambut oleh salah seorang santri untuk menuju ruang tamu. Yang disebut ruang tamu ini adalah sebuah bilik kecil terbuat dari bambu dan kayu dan beratapkan rumbia, sangat sederhana. Sedangkan bangunan pesantren itu sendiri tidak jauh berbeda. Terdiri dari satu aula, satu ruang tamu, serta tiga kelompok kamar santri, yang semuanya terdiri dari bahan yang sama. Benar – benar sangat sederhana.

Kami berdua sengaja datang ke pesantren ini setelah mendapat cerita dari kakak saya, pesan dari kyai syirath, janji dari Gus Acok ( yang saat saya tiba di Ternate, beliau bilang bahwa saya akan menemukan seseorang luar biasa yang bisa dijadikan guru ) dan sebuah getaran hati yang sudah saya rasakan sejak saya pertama kali tinggal di wilayah banten ini. Satu tujuan kami, silaturohim dan sowan untuk mengenal salah satu orang pilihan Alloh ini.

Setelah berbuka seadanya, saya pun mencoba berakrab-akraban dengan sejumlah santri yang ada. Dari informasi yang disampaikan, Abuya hanya punya waktu untuk menemui tamunya setelah sholat shubuh atau ba’da ashar saja, sedangkan kami berdua baru sampai di waktu Maghrib. Artinya, saya harus bersabar dan menginap disitu untuk bertemu beliau di pagi esok hari.

“Lho, sampeyan dari Magelang tho mas. Lha aku pernah nyantri disana 6 tahun ” kata salah satu santri. Dan dari sejumlah santri yang saya ajak bicara, hampir semuanya sudah pernah nyantri bertahun2 di berbagai pesantren sebelum akhirnya melanjutkan di pesantren ini.

Setelah melakukan sholat tarawih berjamaah, kami berdua lebih memilih ikut ke kamar para santri dibanding berdiam di rumah tamu. Jadilah kami ngobrol, berdiskusi, saling cerita layaknya sudah kenal lama, menghabiskan malam menanti pagi shubuh. Saya jadi merasa bernostalgia dengan kondisi waktu nyantri : makan bersama dalam satu wadah, berbagi cerita kehidupan sederhana masyarakat desa, ledek-ledekan antar santri, dan joke – joke seputar pelajaran pesantren.

Dari cerita yang kami dapat, salah seorang santri memberitahukan bahwa Abuya sering mengusir tamu yang tidak berkenan di hatinya (bahkan salah satu presiden RI pun dulu pernah diusir oleh Beliau karena terlalu banyak mengatur), tidak melihat dia kaya atau bukan, pejabat atau bukan. Jadi, kalo memang bertamu, sebaiknya cukup membawa air satu botol aqua, trus salaman, dan sudah. Tidak perlu bicara apa – apa. Karena Abuya tidak menyukai tamu yang mengajaknya bicara berlama – lama. Kewaskitaan beliau sudah cukup untuk mengetahui maksud dan tujuan dari para tamunya.

Saat yang dinanti tiba, begitu beliau masuk ruang aula yang juga sekaligus dijadikan ruang sholat berjamaah, karomahnya langsung saya rasakan memenuhi ruangan. Saya bergetar duduk di dekat Waliulloh ini. Dan sholat shubuhpun saya lewatkan dengan sebuah perasaan luar biasa. Kemudian, saya dan Donny duduk menunggu sampai Abuya selesai wirid.

Sekitar satu jam kemudian, beliau selesai wirid, beberapa tamu selain kami berdua sudah antri. Mereka rata -rata hanya bersalaman, memberikan air dalam botol aqua untuk didoakan, kemudian selesai ( baru – baru ini, saya baca ditemukannya fakta bahwa jika suatu air dibacakan bacaan tertentu, maka molekulnya menjadi berubah sesuai dengan bacaannya tersebut ).  Ada juga yang sedikit disapa oleh Abuya, tapi tidak lama. Begitu giliran saya, saya cium tangannya tanpa berani menatapnya, tapi tiba – tiba sebuah suara lembut bertanya :
“Dari mana ?”
“Dari Magelang, buya ”
“Magelang atau Jakarta ?”
Saya tersenyum atas kewaskitaan beliau, “Saya berangkat dari jakarta, tapi saya orang Magelang, buya”
Dan akhirnya kami pun ngobrol dengan diselingi senyum beliau yag menyejukkan. Waktu terasa berhenti. Semua tidak ada. Hanya saya, Abuya Dimyati, dan Alloh.

Bandung, Ramadhan 2003
Satu Rakaat dengan empat takbir sholat ghaib diiringi beberapa butir air mata mengiringi sebuah kabar yang baru saja saya terima, bahwa Beliau baru saja kembali ke Kekasih Sejatinya

Ketep Pass

Makan jagung bakar hangat, wedang ronde, di antara cuaca yang berhawa dingin tapi cerah, sambil menikmati pemandangan dua gunung gagah ( jangan ngêrês deh…!!!) menjulang dan hamparan hijau di bawah lokasi anda berdiri, mau ?

Itu semua bisa kita dapatkan di Ketep Pass, Blabak, Magelang. Di lokasi ini memang disediakan gardu pandang yang jika kita amat sangat beruntung mendapatkan cuaca cerah tanpa awan, kita akan bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, bahkan Gunung Sumbing dan bukit Tidar.

merapi-dari-ketep

Letak lokasi ini adalah di Desa Blabak Magelang, bisa ditempuh hanya setengah jam dari Magelang atau sekitar satu jam dari Yogya. Lokasi wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas musholla, rumah makan panggung, Vulcano center, Vulcano Theatre, dll. Tiket masuk cukup murah ± Rp.3000/orang. Kalo kita ingin lebih puas dan detail dalam menikmati pemandangan gunung – gunung tadi, kita bisa menyewa teropong dari para penyedia jasa. Harga sekitar Rp.2000-5000 per buah sepuasnya.

ketep-teropong

Kendala paling sering dihadapi bagi para wisatawan tentu adalah faktor cuaca yang sukar ditebak. Sekali saja kabut turun, atau kumpulan awan berarak menutupi, maka kita akan tidak mendapatkan apa – apa.

Megalomania

Salut saya sama negara ini, yang mempunyai penduduk atau orang – orang yang mempunyai harga diri tinngi atau lebih tepatnya orang – orang yang ingin dihargai tinggi. Dan hebatnya lagi, ini meghgejala dari lapisan atas hingga akar rumput.

Sudah bosan baca dan dengar tentang anggota dewan yang tidak kita pilih itu, yang punya penghasilan minimal setahunnya sekitar 1.2 M, belum lagi tambahan fasilitas ini itu, perjalanan dinas, dll ? Nah sudah sedemikian lumayan penghasilan mereka, toh tetap saja mereka memperjuangkan tambahan fasilitas dari mulai laptop ( yg akhirnya nggak jadi ya ?), studi banding, dll,dll.

Bisa jadi karena mereka merasa harga mereka terlalu tinggi. Apa yang diberikan oleh negara ini dirasa belum cukup untuk membayar keprofessionalan mereka dalam bekerja.

Tidak mau kalah, mereka yang menamakan diri sebagai wong cilik pun ikutan menaikkan harga tawar dirinya. Lihat mereka para penggelar lapak dan pedagang kaki lima yang dengan seenaknya menggelar dagangan di pinggir jalan raya, di trotoar, dan di tempat – tempat yang mengganggu kepentingan umum. Saat terjadi penertiban, atas dasar pengakuan hak penghargaan diri, mereka kemudian teriak : ” mana janji pemerintah yang akan melindungi kepentingan wong cilik ?!!”

Waduh, saya juga wong cilik, yang alhamdulillah belum punya mobil, jadi kalo berangkat ke kampus masih harus naik angkot, dan angkot saya jalannya amat sangat tersendat gara – gara lapak – lapak yang mereka gelar “mengkorupsi” jalan umum.

Pep

Itu nama panggilan seseorang yang mampu memberikan magnet untuk menarik perhatian orang terhadap apa yang sudah dilakukannya. Pep Guardiola nama lengkapnya.

Sejak mengenal dan menggilai sepak bola, saya hanya menyukai Liverpool di Inggris, Lazio di Itali, dan Real Madrid di Spanyol. Terutama untuk pool, saya sering bela-belain nonton pertandingannya dini hari, dan mengoleksi berbagai pernak-pernik uniknya. Tapi Barcelona ? Saya amat sangat tidak tertarik untuk menyukainya.

Pertama, karena barca adalah musuh utama Madrid. Kedua, pemain-pemain pilihannya kok ya ndilalah adalah pemain  yang karakternya tidak saya sukai. Ketiga, karena ona sutra punya lagu yang judulnya Barcelona !!!

Tapi seorang Pep Guardiola mampu mengubah itu. Sejak menduduki jabatan sebagai pelatih/manajer Barcelona awal musim 2008/2009 ini, Pep mampu menghadirkan tontonan indah, atraktif, menarik, dan menyerang buat anak – anak asuhnya, hingga pertandingan Barcelona selalu menghasilkan banyak gol dan tidak membosankan. Di lapangan, tangguhnya Carlos Puyol, keseimbangan Xavi Hernandes, liukan Lionel Messy, dan ketajaman Samuel Eto’o, menggambarkan apa yang ada di benak Pep.

Tapi satu hal lagi yang membuat saya semakin menyukai Pep dan Barcelona. Satu hal yang sangat sederhana, yaitu komentar Pep yang mendukung aksi Frederik Kanoute yang merayakan aksi golnya dengan menunjukkan kaos yang bertuliskan dukungan terhadap Palestina. Pep juga bilang, Kanoute tidak layak mendapat sanksi atas aksinya itu, karena perang memang harus segera dihentikan.

Sederhana buat kita, tapi tidak buat Pep. Karena sebelum memberikan komentar, dia sedang berada di posisi yang famous, terkenal, dipuji-puji, ditingggi-tinggikan, dan banyak menuai simpati. Perlu keberanian bagi seorang Pep ( dan Kanoute ) untuk melakukan itu, dengan resiko berkurangnya simpati untuknya. Karena semua tahu Amerika dan Eropa mampu menguasai media dan mampu membolak-balikkan fakta.

Duka Abu Hurairah

Layaknya abu hurairah yang begitu menyayangi kucing dan begitu ahli dalam merawi hadits dengan sanat dan matan yang shohih, demikian pulalah saya dan keluarga.  Bukan kesamaan tentang kemampuan penguasaan hadits, tapi tentang kedekatan dengan binatang yang dinamakan kucing.

Sejak kecil saya sudah sangat dekat dengan kucing, hingga mempunyai puluhan kucing yang hidup dan mati silih berganti. Ada si manis yang minta selalu tidur bersama. Ada boys yang setia mengantar ibu ke masjid untuk mengikuti kuliah shubuh dan menunggunya hingga kuliah berakhir, lalu menyertainya pulang ( padahal jarak rumah ke masjid lebih dari 500 meteran), ada Krull1 yang pintar buang pipis di closet jongkok, ada krull2 yang sampai sekarang, jika saya melakukan suitan khas, akan langsung berlari mendatangi sejauh apapun dia berada saat itu.

Herannya, tiap ada kucing nyasar, kucing dibuang, kucing tanpa pemilik, mereka selalu mendatangi rumah kami. Seperti ada aura tertentu dari si pemilik rumah untuk diminati oleh para kucing – kucing itu ( tssaaahh ).  Diantara puluhan bau ayam goreng, ikan asin, masakan daging, yang tercium dari tetangga – tetangga kami, si kucing justru lebih memilih bau semur jengkol dari rumah kami ( yang ini mengada – ada, karena sampai sekarang saya belum pernah makan jengkol, asli sodara – sodara !! ). Bahkan dalam proses kelahiran anak kami pun sempat memunculkan kejadian ajaib yang melibatkan kucing.

Saat menjelang kelahiran Ale, kami baru saja menempati rumah kontrakan baru. Datang tiba – tiba seekor anak kucing kecil belekan, kurus, berkuping caplang. Karena tebalnya belek itu akhirnya dia tidak bisa melihat dan jatuh ke got. Saya dan istri segera menolong dan merawatnya hingga membaik. Dua hari kemudian, dengan kondisi membaik si kucing kembali berjalan keluar rumah dan masuk got lagi, dan kami tolong lagi. Tapi kali ini kami tidak mampu memperpanjang nyawanya. Dia terlanjur mati kedinginan dan kami kuburkan di depan rumah.

Tepat sehari setelah kematian si kucing, Ale lahir. Saat prosesi kelahirannya pun, seekor kucing terlihat mengamati, berdiri di atas tembok, dari balik jendela kamar rumah sakit. Dan beberapa hari kemudian kucing yang kami kuburkan tepat di depan rumah lenyap tanpa bekas sedikitpun.

Kejadian sejenis sepertinya kembali terulang. Sejak malam kemarin kami mendengar suara anak kucing kecil yang seolah mencari teman atau eprlindungan. Istri saat ini sudah hamil tua dan mendekati hari lahir. Paginya, si kucing kecil tau2 sudah ada di depan pintu, dan karena kasihan saya pun memberinya sisa makanan kami.

Seperti biasa, pagi itu saya memanaskan mesin motor dan bersiap mengantar istri dan Ale. Begitu motor saya gas perlahan ke depan, terasa ada benda yang terlindas, dan rupanya si kucing kecil tadi. Dia rupanya mencari kehangatan di bawah roda motor yang sedang saya panaskan. Oh, kasian sekali keadaannya, matanya keluar sebelah dengan tubuh mengejang.

Selesai mengantar istri dan anak, saya langsung bergegas pulang dan menemukan si bloody cat sudah tergeletak kaku mati bersimbah darah yang terus keluar dari matanya. Saya pun menguburkannya hari itu juga. Saya rasa, Abu Hurairah tidak punya catatan pernah membunuh kucing.

Pasukan Angkatan Laut Kaion

Laksamana Zui Un yang sudah uzur bingung untuk menentukan siapa yang akan meneruskan jabatannya diantara dua bawahan terbaiknya, Ajudan Kaion dan Ajudan Chao Liu. Dan Kaion sangat berambisi menduduki jabatan itu.

Saat Chao Liu diutus untuk menumpas gerombolan bajak laut dan Laksamana Zui Un sakit, Kaion memanfaatkan situasi itu untuk menguasai angkatan laut. Dia melakukan perekrutan anggota angkatan laut secara besar besaran dan asal – asalan, memberi racun dalam setiap obat yang diminum oleh Laksamana Zui Un, dan dengan anggota2 baru angkatan laut itu kaion membuat rencana pembunuhan terhadap chao liu beserta orang orangnya.

Cerita diatas adalah cuplikan dari buku komik New Kungfu Boy karya Takeshi Maekawa. Sedikit dari buku berjenis komik yang saya koleksi rapi bersama komik Asterix, Lucky Luke, dan Tintin. Komik yang dibuat dengan luar biasa dan penuh pemikiran. Tapi saya disini sedang tidak ingin membahas komik tersebut.

Cerita dari teman saya yang bekerja di Direktorat Pajak, ribuan pegawai baru yang masuk direktorat itu melalui tes ujian nasional yang sedianya sebagian besar bakal ditempatkan sebagai tenaga fungsional pemeriksa pajak, dia menyamakannya dengan prajurit baru angkatan laut nya Kaion ini. Tidak tahu apa angkatan laut itu, baru sehari masuk langsung disuruh menyerbu markas bajak laut, dan dilibatkan dalam skenario besar yang tidak transparan.

Jagalah Kebersihan, Wo !!

Senang saya dengan kepedulian makhluk kecil ini terhadap kebersihan dan kecintaan terhadap alam.

Saya, bersama rekan – rekan seperjalanan,  terbiasa mengumpulkan segala macam bentuk sampah bukan organik yang  kami jumpai saat kita melakukan pendakian sebuah gunung. Saat berangkatnya maupun saat pulangnya, untuk kemudian kami kumpulkan di pos reservasi agar bisa dikelola lebih lanjut.

Bersama istri, saya juga membiasakan diri untuk menjadikan tas kami sebagai ” keranjang sampah sementara” saat kami kebetulan sedang melakukan perjalanan dengan kendaraan umum yang tidak menyediakan tempat sampah untuk beberapa bungkus makanan kecil yang kami nikmati di perjalanan.

Kepedulian ini ternyata dicontoh dengan indah oleh si kecil Ale. Dia akan dengan sukarela mengambil sampah yang kebetulan dilihat di jalan dan dirasa menggangu pemandangannya. Dia akan dengan lantang berseru marah pada pengendara mobil yang dengan sembarangan membuang sampah di jalan, dan saat kami berhasil menyusul mobil itu, Ale dengan lantang akan berteriak : “Woooii, ndak sopan woo ( maksudnya, woi, nggak sopan loe. Kata loe diucapkan tidak jelas menjadi wooo ) !!”

Pernah, suatu saat kami duduk di rest area tol Jakarta-Tangerang, tempat yang biasa kami gunakan untuk menikmati sore sambil mengunyah beberapa buah donat dan a cup of coffee, Ale dengan semangat mengumpulkan buhkus dan cup yang sudah tidak terpakai dan kemudian membuangnya di tempat sampah kering yang ada tidak jauh dari tempat kami duduk.

Saat itu, di seberang jalan, Ale melihat ada sebuah tas plastik yang beterbangan tertiup angin. Ale semangat untuk mengambilnya. Saat tas plastik sudah dekat, saat tangan – tangan kecil itu sudah siap meraih, tiba – tiba angin datang dan menerbangkan plastik tadi menjauh. Ale teriak2 minta bantuan untuk menyeberang mengambil tas tersebut, mengingat dia harus melintasi jalanan yang sering dilewati oleh truk-truk dan bis besar itu.

Hohoho…segitunya nak….