Makka

Lanjut ya. Kali ini mari bercerita tentang Makkah. Masih dari kacamata dan cara pandang seseorang yang baru pertama kalinya ke luar negeri. Pertama kalinya mendatangi Madinah dan Makkah.

Makkah identik dengan Ka’bah. Sebuah pernyataan yang tidak ada perdebatan di dalamnya. Jadi, hal yang memenuhi pikiran selama di dalam bus, di perjalanan Madinah – Makkah adalah keinginan dan ketidaksabaran untuk segera menginjakkan kaki di dinginnya lantai Masjidil Haram, bisa melihat Ka’bah secara “live”, mendekatinya, syukur-syukur bisa menyentuhnya. Labbaiik Allahumma Labbaiik.

Kami sampai di Makkah sekitar jam 21.00 waktu setempat, dan harus bersabar karena rombongan tidak langsung menuju Masjidil Haram, tetapi check in dan makan malam dulu di hotel. Kesempatan ini bisa digunakan untuk membersihkan diri (mandi sore setelah menempuh perjalanan berjam-jam dari Madinah, BAK, dan memperbarui wudhu). Jangan pakai sabun, sampo, pasta gigi maupun lainnya yang sekiranya menimbulkan aroma wangi ya gaess. Jangan iseng nyabut bulu hidung atau ketek juga, tar kena DAM. Siapkan juga gunting rambut buat tahalul nanti, biar nggak antri pinjam-pinjaman dengan jamaah yang lain. Siapkan plastik atau tas sebagai kemasan alas kaki kita.

Sekitar jam 23.00 malam barulah kami berkumpul kembali, dan bersama – masa menuju Masjidil Haram dengan menggunakan fasilitas bus yang disediakan pihak hotel selama 24 jam nonstop.

Tentang Ka’bah

Simpelnya pakai gambar saja ya, penjelasan tentang masing-masing istilah, bisa mudah ditemukan di google kok. *)

32153419840_4ed9c91b6e_o

Nambahin saja, ternyata untuk menuju ke Hijr Ismail, tidak sesusah yang dibayangkan kok. Insya Allah semua jamaah bisa, terutama bagi yang masih muda dan sehat.  Dekati dan sentuh Ka’bah sesuai dengan apa yang Nabi ajarkan.

 

Thawaf

PastikanThawaf adalah kegiatan berjalan dan berlari mengelilingi ka’bah. Kendati dilakukan di tengah malam, putaran manusia yang melakukan kegiatan ini tidak pernah sepi. Kami membaur dengan jamaah lain dari seluruh penjuru dunia yang kebetulan bersamaan jadwalnya.

Kegiatan ini dipimpin oleh seorang Mutawwif. Kami menggunakan sejumlah peralatan komunikasi yang memudahkan kami dalam melafalkan doa maupaun ayat-ayat yang harus dibaca selama thawaf. Jadi, mutawwif yang perlu berteriak kencang, kita tinggal mendengarkan suara mutawwif dan mengikutinya.

WhatsApp Image 2019-02-09 at 1.00.12 PM

Buat pemilik madzhab Syafi’i, hati-hati untuk menjaga diri agar jangan sampai bersentuhan dengan lawan jenis ya. Biasanya wanita dari sejumlah negara tertentu banyak yang ikut melakukan Thawaf tanpa memakai kaus kaki dan agak terbuka di bagian tangannya. Jika anda batal, segera hubungi Mutawwif untuk mengetahui tempat wudhu terdekat dan segera lanjutkan kembali Thawafnya setelah memperbarui wudhu.

 

Sa’i

Sa’i dilakukan setelah thawaf. Ada lorong pintu khusus yang mengarahkan jamaah yang sudah selesai thawaf, untuk menuju jalur bukit Shofa dan Marwa, tempat dilaksanakannya kegiatan sa’i. Jangan membayangkan ruangan terbuka berbukit-bukit beneran, karena ternyata semua sudah dibuatkan bangunan, lorong, dan jalur dengan lantai yang nyaman. Tempat sa’i ini dibangun bertingkat-tingkat untuk menampung jumlah jamaah yang pada waktu-waktu tertentu jumlahnya membludak. Di bagian atas lorong, dipasang sejumlah lampu berwarna hijau. Daerah berlampu hijau itu adalah pertanda bahwa saatnya kita harus berlari-lari kecil.

Bagian potongan bukit Shofa dan Marwa tetap disisakan batuan aslinya. Disitulah titik “start” dan “finish” kegiatan kita berjalan dan berlari kecil bolak-balik sebanyak 7x. Start dilakukan dari bukit shafa, Finish setelah bolak balik 7x ada di bukit Marwa.

 

Tahalul

Berasal dari kata halal, kurang lebih artinya menghalalkan dari yang sebelumnya diharamkan. Kegiatan ini dilakukan dengan mencukur rambut setelah semua kegiatan ihram, thawaf, dan sa’i selesai dilakukan.

 

Cuaca

Saat kami melakukan umroh di pertengahan Januari 2019, cuaca didominasi cerah berawan, suhu berkisar 16-25 derajat celcius, cenderung dingin dan berangin.

 

Hotel-Hotel

Kami menempati hotel Marriot.  Letaknya tidak begitu dekat dengan Masjidil Haram. Tepatnya di kawasan bukit Omar. Disebut begitu karena dulunya Sayyidina Umar lahir dan tinggal disitu. Lumayan jika harus ditempuh dengan jalan kaki.

Untungnya Marriot menyediakan semacam suttle bus 24 jam nonstop yang siap mengantar kita ke pemberhentian terdekat. Hotel Marriot bersebelahan dengan Hotel Hilton. Hilton juga menyediakan suttle bus 24 jam nonstop. Jadi, kita bisa memilih salah satu dari keduanya.

Banyak hotel yang letaknya lebih dekat, bahkan langsung terhubung dengan Masjidil Haram

 

Sekitar Masjidil Haram

Bangunan iconik yang paling terkenal adalah bangunan yang sering disebut sebagai Tower Zamzam. Bentuknya yang menjulang megah beserta jam raksasanya, memang sangat sering dijadikan objek foto maupun sebagai penunjuk/penanda arah apabila kita tersesat. Ada juga supermarket Bin Dawood, tempat jamaah Indonesia biasa melakukan ritual melempar riyal buat belanja oleh – oleh. Disini kita bisa mendapatkan berbagai bentuk kurma olahan, snack, kacang-kacangan, dan berbagai jenis barang lainnya yang bisa dijadikan oleh – oleh buat sanak famili dan teman sekantor di tanah air.

WhatsApp Image 2019-01-17 at 6.09.33 PM

Jika anda bosan dengan makanan hotel, ada tempat makan mainstream semacam KFC dan McDonald, kendati merk-merk ini kalah tenar dibanding merk lokal yang bernama Al Baik. Konon, antriannya bisa panjang mengular demi membeli Al Baik ini. Alhamdulillah, Travel kami memanjakan kami dengan membelikan Al Baik ini pas diawal kedatangan (di Madinah) dan pas menjelang pulang ke tanah air (di Jeddah).

IMG-20190114-WA0075

Ada juga tempat makan bernama Five Guys, tempatnya agak susah ditemukan bagi kami yang awam. Tapi berhubung penasaran, kami pun berhasil mengunjunginya. Five Guys menyajikan menu burger, ayam, kentang juga, tapi dengan porsi (dan harga) yang wah. Porsi terkecil yang kami pesan (berhubung riyal sudah menipis) bisa kok buat makan berdua.

WhatsApp Image 2019-02-09 at 1.00.15 PM

Ada banyak lagi tempat lain yang menjual parfum, mainan, karpet dan sajadah, dan macam-macam barang lainnya yang belum tentu bisa ditemukan di Indonesia

 

Mengisi Waktu Luang

Mengingat perjalanan panjang dan aktifitas yang terus – menerus, biasanya waktu luang dihabiskan oleh jamaah di kamar hotel masing-masing. Tiduran, main gadget, menonton TV, atau mencuci pakaian saat stok baju ganti menipis, hahaha. Tapi tidak ada salahnya, keluar menikmati pemandangan Masjidil Haram dari Rooftopnya. Kita bisa melihat view putaran jamaah umroh yang terus bergerak, dan pemandangan gedung serta bukit di sekitaran Masjidil Haram.

WhatsApp Image 2019-02-28 at 12.59.49 PM

Bisa juga kita sekedar lesehan di halaman Masjid yang berlantai bersih sambil menikmati udara sejuk dan suara burung bersahutan, bergabung dengan banyak jamaah lain yang sepertinya memilih perjalanan backpaker-an dan tidur beratapkan langit.

WhatsApp Image 2019-01-19 at 2.40.37 PM

 

Museum Haramain

Museum ini dibuat oleh Raja Fadh sekitar 18 tahun lalu dengan tujuan untuk mendokumentasikan dan menyimpan benda-benda yang berhubungan dengan dua masjid utama : Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, serta rencana pembangunan Masjidil Haram hingga tahun 2030 nanti.

WhatsApp Image 2019-02-09 at 1.03.11 PM

WhatsApp Image 2019-02-09 at 1.00.17 PM

Ada pintu Ka’bah, potongan kain yang menyelimutinya, kisah perubahan bentuk Hajar Aswad, perubahan pembangunan sumur zamzam, dan masih banyak lagi. Pengunjung akan dibuat takjub dengan berbagai cerita yang melatarbelakangi benda- benda tersebut.

 

Peternakan Unta

Peternakan unta ini sifatnya Nomaden. Mereka berpindah-pindah layaknya kaum Hippie, menyesuaikan dimana daerah yang menyediakan rumpput atau makanan untuk unta-untanya. Mereka hidup berkelompok, menjual berbagai hasil bumi berupa berbagai jenis kacang-kacangan, susu unta dan kencing unta.

WhatsApp Image 2019-01-17 at 6.13.25 PM

Disinilah tempat paling murah untuk membeli berbagai jenis kacang-kacangan jika dibanding di Madinah, Masjid Quba, Bukit Uhud, dan Mekkah. Susu Unta konon mempunyai fungsi melancarkan pencernaan. Artinya, untuk sebagian orang, tidak lama setelah meminumnya, anda akan terserang mules-mules dan buang air besar.

WhatsApp Image 2019-01-17 at 6.13.30 PM

 

Jabal Rahmah

Sebutan lainnya, bukit cinta. Ada yang meriwayatkan bahwa saat pertama kali turun ke bumi, Nabi Adam diturunkan di daerah sekitar India sedangkan ibunda Hawa diturunkan terpisah di Kota Jeddah (Jiddah, bisa juga berarti nenek). Mereka berdua bertemu di bukit ini, Jabal Rahmah, bukit kasih sayang. Tidak ada hadits yang kuat tentang bukit ini dan ritual apa yang sebaiknya dilakukan di tempat ini. Tapi tak terhindarkan, banyak orang yang mendaki hingga puncak bukit dan melakukan sholat sunnah serta berdoa di tempat ini.

WhatsApp Image 2019-01-17 at 6.09.27 PM

Agak disayangkan dengan banyaknya vandalisme dengan menuliskan nama diri dan nama pasangannya di bebatuan yang menyusun bukit ini. Kesan kotor dan tidak indah jadi muncul dari berbagai bagian dari bukit ini.

Ya sudahlah. Buat pelipur panas dan silau sengatan sinar matahari, kita makan es krim dulu ya. Satu cup ini harganya 5 riyal (sekitar Rp..20.000,-)

WhatsApp Image 2019-01-17 at 6.09.31 PM

 

Jabal Tsuur

Ini adalah bukit tempat bersembunyinya Nabi yang ditemani oleh sahabat Abu Bakar dari kejaran kaum Quraisy. Untuk mencapai puncaknya, dibutuhkan waktu sekitar dua jam mendaki. Disinilah terkenang pengorbanan sahabat Abu Bakar yang begitu setia menemani Nabi, dan bahkan rela digigit binatang berbisa sebagai akibat dikurbankannya tangan, kaki dan tubuhnya untuk menutup sejumlah lubang yang diduga sebagai sarang dari binatang-binatang berbisa tersebut.

WhatsApp Image 2019-01-27 at 3.28.40 PM

 

Jabal Nuur

Adalah bukit tempat pertama kalinya Nabi Muhammad mendapatkan wahyu. Di bukit inilah Gua Hira berada. Untuk mencapaipuncaknya, dibutuhkan lebih dari dua jam pendakian. Sayangnya, pada saat kami kesana, baru saja terjadi bencana longsoran batu yang mencederai beberapa jemaah asal Turki yang sednag mendakinya. Setelah kejadian itu, jalur pendakian sempat ditutup untuk beberapa waktu.

20190117_121117

 

Miqat di Sekitaran Makkah

Bagi penduduk Makkah, tempat untuk Ihram, berniat umrah, adalah di Ji’ronah, Tan’iem, atau Hudaibiyah. Nabi pernah berihram di Hudaibiyah dan Ji’ronah. Sedangkan sang istri ‘Aisyah diriwayatkan pernah juga berihram dari Tan’iem.

Di Hudaibiyah, ada peristiwa besar dimana terjadi kesepakatan yang dituangkan dalam bentuk perjanjian antara kaum Muslimin dengan kaum Quraisy. Sayangnya, masjid dan situs Hudaibiyah sekarang ini terkesan kurang terawat.

Umumnya jamaah umroh dari Indonesia akan berihram dengan miqat di Ji’ronah untuk melakukan umrah yang ke dua.

 

Jeddah

Ini adalah kota terakhir yang kami kunjungi sebelum  pulang ke tanah air. Jeddah adalah kota yang ramai, terletak di pinggir laut merah, dengan bandara internasionalnya yang cukup sibuk. Jeddah konon berasal dari kata Jiddah yang berarti nenek. Ini tidak lepas dari peristiwa diturunkannya Hawa selaku nenek moyang kita di bumi, di kota ini.

Di Kota ini terdapat masjid Qishas. Yaitu satu-satunya masjid tempat dilaksanakannya hukumam qishas bagi mereka yang terbukti berbuat kejahatan. Hukuman biasanya berupa potong tangan atau pancung

WhatsApp Image 2019-02-09 at 12.59.43 PM

Terdapat juga berbagai toko di pusat perbelanjaan yang mengambil nama tokonya dengan kata-kata berbahasa Indonesia. Biasanya sebelum kepulangan, jamaah umroh akan dibawa berkeliling dan singgah di salah satu toko ini untuk sekedar melengkapi oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Bagi mereka yang sudah kangen betul dengan citarasa Indonesia, bisa mampir di Bakso Mang Oedin untuk menikmati semangkuk akso panas, atau ke Restoran Wong Solo yang menyajikan menu ayam goreng/bakar, sate ayam, dan dawet/es cendol

WhatsApp Image 2019-01-20 at 9.24.43 PM

20190119_130621

 

*) ilustrasi ka’bah dan keterangannya didapat dari google, belum proses ijin dari pemilik gambar. Foto-foto lainnya, murni koleksi sendiri.

Advertisements

Madina

Tulisan ini adalah sebuah catatan perjalanan dari sudut pandang orang yang baru pertama kali melaksanakan umroh. Orang yang baru pertama kali berpergian ke luar negeri. Orang yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Haramain, Madinah dan Makkah. Jadi, mohon maaf jika mungkin ada beberapa hal yang kurang dari catatan ini.

Oke kita mulai. Alhamdulillaah. Tanggal 12 Januari 2019 lalu, saya dan istri mendapat undangan dan diberi kesempatan oleh Allah Ta’ala untuk datang ke dua kota penuh keberkahan, Haramain, Madinah dan Makkah. Sebuah undangan yang tidak kami duga, karena datangnya tiba-tiba. Kejutan yang menyenangkan dan menenangkan. Berikut beberapa hal yang bisa kami bagikan dan semoga bermanfaat. Kita bahas tentang Madinah dan sekitarnya dulu ya.

Setting Nomor HP
Saya pakai kartu Indosat. Settingnya mudah. Tinggal pilih *123# kemudian cari menu yang berhubungan dengan paket internet di luar negeri. Kebetulan Indosat punya paket yang berhubungan dengan umroh. Paket 10 hari di luar negeri. Harga sekitar 240 ribuan.

 

Mata Uang

Mata uang yang berlaku di Arab Saudi adalah mata uang Riyal. Tetapi di beberapa  tempat, pedagangnya ada yang welcome dengan mata uang rupiah. Seperti di uhud atau di Jeddah. Banyak yang menyarankan agar menukarkan rupiah ke Riyalnya dilakukan di Arab Saudi saja, bukan di Indonesia. Karena konon nilai tukar rupiah di Arab Saudi lebih menguntungkan.

Bandara Soekarno Hatta
Pesawat yang kami tumpangi ada di Terminal 3. Ada yang bilang bahwa pengecekan isi tas yang akan dibawa ke kabin cukup ketat. Tidak diperkenankan membawa cairan, termasuk sabun maupun minuman. Akhirnya kami pun gak bawa cairan apapun dalam tas yang akan dibawa ke kabin. Akibatnya ? Kami kehausan karena baru dapat fasilitas minum di pesawat setelah sekian jam perjalanan. Pramugarinya yang cantik dan mondar mandir di depan mata makin bikin haus saja. Solusinya, beli minum ditoko-toko di sekitar ruang tunggu (setelah pengecekan), sebelum masuk pesawat. Mahalan dikit gak papa, yang penting jangan kehausan.

Pesawat Saudi Arabia
Pesawatnya enak. Bagi saya yang jarang naik pesawat, kelas ekonominya pun masih manusiawi. Terbukti saya bisa tertidur dalam perjalanan yang kurang lebih berlangsung selama 10 jam itu, hahahaha. Pesawat berkomposisi kursi 3 di kiri, 4 di tengah, dan 3 di kanan. Dapat sekali makan dan sekali snack. Kenyang karena menu dan porsinya mulai kearab-araban. Di sela-sela itu, ada penawaran minum jus, teh, dan kopi.

Riyadh
Jika tujuan awal adalah Madinah, maka pesawat akan transit sebentar di Bandar Udara King Kholid di Riyadh untuk mengisi bahan bakar. Waktunya sekitar satu jam saja. Jadi, penumpang nggak perlu turun. Eh, dapat snack lagi. Kenyang lagi.

Bandara Madinah
Nama Bandaranya Prince Mohammad bin Abdul Aziz. Siapkan Passpor dan Visa kita, dan bersihkan jari2 kita buat keperluan fingerprint. Karena kami datang di malam hari, kondisi bandara terlihat sepi, proses berjalan cukup mudah dan lancar.

Hotel dan Lingkungan Sekitar Masjid Nabawi

Hotel dan Kawasan Perbelanjaan berderet rapi di sekitaran Masjid Nabawi. Kami menginap di Rove Hotel. Nyaman, variasi makanannya banyak, jalan menuju ke Masjid Nabawi hanya sekitar 200 meteran. Adzan Masjid Nabawi terdengar dari sini.

Kawasan perbelanjaannya juga rapi. Banyak pedagang yang mencoba menarik pembeli dengan menggunakan kata-kata dasar berbahasa Indonesia atau melayu. Itu karena kebanyakan pendatang/jamaah di bulan apapun adalah berasal dari Indonesia dan Malaysia. Jika bosan dengan menu hotel, ada tempat namanya Grapari, yang menjual makanan dengan menu Indonesia semacam sate dan soto. Sayangnya, waktu kami mencoba kesana, makanannya sudah habis.

WhatsApp Image 2019-02-09 at 1.00.45 PM

Di sekitar Masjid Nabawi, dan Madinah, jarang hujan. Jadi, tidak perlu takut jalanan becek dan khawatir percikannya bakal menjadi najis, karena jalur yang kita lalui saat berjalan dari hotel menuju Masjid Nabawi umumnya berupa jalan besar beraspal dan berkonblok. Cukup waspada saja pada kotoran burung merpati yang banyak didapati di sekitar lingkungan itu. Mereka banyak bercengkrama di bagian atas hotel dan bangunan yang ada. Sebagian bangunan malah sepertinya dengan sengaja membuatkan rumah buat burung-burung tersebut.

beruangqutub1

Masjid Nabawi
Mempunyai banyak gerbang dan banyak pintu masuk. Hal pertama yang harus dilakukan adalah segera mengingat nomor gerbang dan pintu masuk masjid. Di luar masjid terdapat beberapa area untuk berwudhu dan mengambil air minum gratis. Ada yang bilang, air minum yang disediakan di luar ini bukan air zamzam.

Masuk ke area masjid, bawa sandal kita ke dalam dan letakkan di tempat yang kita mudah mengingatnya. Air zamzam yang ditampung dalam sejenis gentong-gentong air tersedia melimpah. Tersedia dalam keadaan dingin dan biasa. Saran saya, ambil air zamzam yang biasa saja, untuk mengurangi resiko kena radang tenggorokan, karena perjalanan umroh ini masih jauh dan lama, brader.

IMG-20190209-WA0038

Karena ini masjid yang istimewa, usahakan setelah sholat maghrib tidak usah pulang dulu, lanjutin aja sampai waktu isya. Waktu antara maghrib dan isya bisa diisi dengan memperbanyak dzikir, atau mengikuti kajian/halaqoh  ( pura2 aja ngerti bahasa Arab hehehe..) yang biasanya dilakukan di beberapa titik di dalam masjid tersebut oleh para guru, atau mengikuti simakan al qur an (biasanya dipimpin oleh seorang syaikh yang awalnya akan membaca sekian halaman, kemudian diulang secara bergantian oleh para peserta simakan sambil saling mengkoreksi bacaannya).

IMG-20190114-WA0094

Bisa juga selesai shalat maghrib dan dzikir, kita mengisinya dengan kegiatan melipir menuju tempat terdekat dengan Raudhah, ikutan antri, dengan harapan bisa melaksanakan sholat isya di Raudhah. Atau setidaknya, pas selesai sholat isya, posisi sudah di dekat raudhah.

Oh iya, di setiap ba’da sholat fardhu, jangan langsung sholat sunnah dulu. Karena biasanya, setiap ba’da sholat fardhu, baik itu di Nabawi maupun di Masjidil Haram, akandisambung dengan sholat jenazah. Setiap waktu. Lima kali dalam sehari. Selalu saja ,ada jenazah yang harus disholatkan.

Kecuali maghrib dan shubuh, Jarak antara Adzan dan Iqamah  sekitar 30 menitan. Jadi, jika pada saat terdengar adzan kita masih di dalam hotel, masih ada waktu bagi kita untuk bersiap dan berjalan menuju Masjid Nabawi. Sedangkan maghrib, jarak antara adzan dan iqamahnya lebih pendek.

Khusus shubuh, ada dua adzan. Jarak antara adzan pertama dengan adzan ke dua sekitar satu jam. Sedangkan jarak adzan ke dua dengan iqamah sekitar satu jam. Setelah adzan pertama, masih bisa sholat tahajud beberapa rekaat sambil nunggu adzan kedua.

 

Raudhah.

Sebuah tempat di dalam masjid Nabawi. Letaknya ada di pojok kanan depan Masjid Nabawi. Atau jika dilihat dari luar masjid, dekat dengan kubah berwarna hijau (Makam Rasulullah). Raudhah artinya taman surga. Yang disebut raudhah ini adalah tempat diantara rumah Nabi (tempat Nabi dimakamkan) dengan mimbar yang biasa digunakan untuk memberikan khutbah. Tempat ini istimewa untuk melaksanakan sholat dan berdoa.

WhatsApp Image 2019-02-09 at 1.00.49 PM

Sekarang ada pengaturan antrian dan pembatasan waktu saat di Raudhah, mengingat semakin banyaknya jamaah haji/umrah yang berdatangan silih berganti. Waktu untuk satu grup antrian antara 15-20 menit. Cukuplah untuk mendirikan sholat dua rekaat dan berdoa. Antrian di jamaah laki-laki relatif lebih terkendali, sedangkan di jamaah wanita memang terlihat lebih “ganas”, sampai harus dipasang papan pengingat.

beruangqutub2

 

Makam Nabi

Ada tidak jauh dari raudhah, masih di dalam komplek Masjid Nabawi. Makamnya dalam sebuah bangunan tertutup. Kita hanya dapat mengintip dari sela-sela lubang dinding yang melindunginya. Ucapkan salam kepada ketiga orang yang ada di bangunan itu, yaitu Nabi Muhammad SAW, Abu Bakr As Shiddiq, dan Umar Ibn Khattab.

IMG-20190209-WA0063

Menangis adalah hal yang wajar saat kita menyadari bahwa Nabi Muhammad, adalah orang pertama yang menunjukkan kita jalan menuju ridha Allah. Pembuka jalan. Pembuka keselamatan nasib kita. Yang selalu memikirkan umatnya bahkan jauh sebelum kita dilahirkan. Bahasa gampangnya nih, inilah orangnya yang pertama kali ngasih tau kita cara masuk surga.

Abu bakr As Shiddiq, shahabat terbaik nabi, yang berjasa dalam menyatukan perpecahan pasca meninggalnya Nabi. Yang menyelamatkan ummat dengan pendapat bahwa meninggalnya nabi bukan berarti berakhirnya Islam.

Umar ibn Khattab, satu dari 10 shahabat yang djamin masuk surga. Jasanya dalam mengembangkan wilayah dan menyebarkan agama Islam sangat besar. Bersamanya, Islam menyebar hingga Persia, Romawi, dan Hindustan, dan menyebar terus ke penjuru dunia, hingga sampai ke kita di Indonesia.

 

Baqi

Adalah pemakaman masal yang terletak tidak jauh dari Masjid Nabawi. Banyak sahabat Nabi dimakamkan disini, termasuk Utsman ibn Affan. Biasanya ba’da shubuh /fajr dibuka untuk umum, bagi mereka yang ingin melihat kondisi di dalamnya.

 

Kota Madinah

Kami hanya tiga hari (di bulan Januari) di Kota Madinah, itupun sebagian besar waktunya dihabiskan di sekitaran Masjid Nabawi. Jadi, kami hanya bisa menilai kota Madinah melalui pandangan mata saat kami di sekitar Masjid Nabawi dan saat keliling naik bus (city tour). Kesimpulannya : Madinah adalah kota yang sejuk, damai, tidak ada macet, tapi bisa jadi akan cenderung membosankan dengan bentuk dan warna bangunan yang relatif satu ragam, dengan tidak banyaknya warna hijau tetumbuhan layaknya di Indonesia

 

Masjid Masjid

Ada beberapa masjid lain selain Masjid Nabawi yang ada di kota Madinah ini yang berkaitan dengan sejarah. Diantaranya adalah Masjid Quba (masjid pertama yang didirikan oleh Nabi), Masjid Ijabah (masjid dimana diijabahnya tiga doa Nabi), Masjid Qiblatain (masjid dua qiblat, dimana terjadi sejarah pertama kalinya arah qiblat diubah dari arah Yerusalem menjadi ke arah Ka’bah di Makkah), Masjid Miqat/Bir Ali, dan beberapa masjid lainnya yang menggunakan nama sahabat semacam Masjid Abu Bakar dan Masjid Bilal.

IMG-20190114-WA0092

Bangunan masjid beserta menaranya bagus-bagus. Sangat sepadan dengan warna langit kota Madinah yang umumnya bercorak biru cerah.

IMG-20190114-WA0090

Para peserta umroh biasanya akan dibawa ke Masjid Quba untuk melakukan sholat sunnah dua rekaat. Di sekitar sini banyak penjual menjajakan barang dagangannya. Saran saya, jika anda ingin membeli oleh-oleh berupa coklat, belinya di Uhud saja, lebih murah.

IMG-20190114-WA0089

Uhud

Terletak tidak jauh dari Madinah. Tempat bersejarah dimana terjadi pertempuran pasca perang badar, yang mengakibatkan syahidnya banyak sahabat nabi, termasuk diantaranya adalah sayyidina Hamzah RA. Sebuah tempat perbukitan yang mencatat beratnya menanggung ketidakpatuhan terhadap perintah Nabi. Sebuah tempat yang bersaksi akan pilunya sebuah keserakahan terhadap harta dunia berupa harta rampasan perang.

Terdapat sebuah bangunan Masjid dan komplek pemakaman di uhud ini. Pemandu tour bilang, Bukit Uhud ini adalah satu-satunya tempat yang ada di dunia, yang akan dibawa, dicetak ulang di akhirat nanti.

Banyak penjual makanan dan oleh-oleh di sekitaran tempat yang berhawa sejuk tapi limpahan sinar mataharinya menyilaukan ini. Harga termurah barang buat oleh – oleh ya disini ini. Ada coklat, tasbih, parfum, berbagai jenis kacang-kacangan, dan souvenir. Harga bisa ditawar, kadang mereka juga mau terima uang rupiah. Tapi hati-hati dengan barang bawaan anda.

IMG-20190114-WA0096

 

Kebun Kurma

Biasanya, jamaah umrah akan dibawa oleh travelnya ke kebun kurma. Ada beberapa travel yang dengan atas nama tidak mau ribet, membawa jamaahnya ke pedagang kurma kiloan. Umumnya kurma yang dijual dari jenis Ajwa, Sukari, dan kurma muda. Jika anda berminat membeli kurma muda, dan anda masih harus ke Mekkah untuk umroh, beli dan makanlah selagi anda masih di Arab. Karena kalau dibawa buat oleh-oleh, biasanya kurmanya sudah berubah menjadi tidak muda lagi, menjadi kurma biasa.

IMG-20190209-WA0032

Kesimpulannya, beli saja kurma Ajwa, Sukari, atau lainnya di tempat ini (karena harganya lebih murah dari  harga di Makkah), tapi belilah kurma muda di tempat lain (bisa di Makkah, bisa juga di Jiddah/Jeddah menjelang pulang nanti)

 

Masjid Bir Ali

Namanya Abyar Ali, atau sering juga disebut Masjid Miqat, karena di tempat inilah dimulainya ritual Umrah dengan menetapkan niat. Biasanya jamaah setelah check out hotel Madinah, dengan sudah memakai pakaian ihram (pastikan anda sudah tidak memakai kain berjahit, tidak memakai celana dalam, tidak memakai tutup kepala, tidak tertutup mata kakinya, dan perhatikan ketentuan-ketentuan umroh lainnya) akan dibawa ke Masjid Bir Ali ini untuk sholat sunnah dan berniat. Letaknya tidak jauh dari pusat kota Madinah.

IMG-20190115-WA0022

Selesai semua kegiatan di Masjid Bir Ali ini, rombongan akan dibawa menuju kota Makkah. Biasanya menggunakan kendaraan bus, dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam. Jika pengen lebih cepat, bisa saja dari masjid ini balik lagi ke Kota Madinah dan memilih naik Kereta menuju Makkah.

Jika anda memilih naik bus, maka pemandangan padang pasir tandus beserta bukit-bukitnya dengan sesekali diselingi bangunan di pinggir kiri kanannya, akan membuat anda terpesona. Sesaat. Iya, sesaat. Setelah itu anda akan bosan, atau mata lelah, dan kemudian pilihan terbaik adalah : tidur.

IMG-20190115-WA0024

IMG-20190115-WA0023