Kontainer

Di sebuah Sekolah TK

*Pelajaran Menggambar

Bunda Guru : “Ale sedang menggambar apa itu ?”

Ale : “Gambar Truk Kontainer”

—————————————————-

*Pelajaran Bercerita

Bunda Guru : “Ayo siapa sekarang yang mau bercerita ?”

Ale : “Saya…saya…saya…”

Bunda Guru : “Ya, Ale, silahkan bercerita. Teman – teman dengerin ya. Ale mau bercerita apa ?”

Ale : “cerita truk kontainer”

————————————————————

*Pelajaran Keluarga Sakinah

Bunda Guru : Anak-anak, kalo besar mau bekerja jadi apa ?”

Fatan : “Pilot !”

Mutia : “Dokter !”

Ale : “Supir Kontainer !”

————————————————————

*Pelajaran bermain bebas

Bunda Guru : “Ale sedang bermain apa itu ?”

Ale : “maen truk kontainer”

—————————————————————-

*Pelajaran rancang bangun

Bunda guru : “Wow, bagus, Ale sedang bikin apa itu ?”

Ale : “bikin jembatan”

Bunda Guru : “wah…jembatannya bagus ( thx God, dia sudah tidak membahas kontainer lagi )”

Ale : “Iya, jembatannya nanti buat lewat truk Kontainer !!”

Advertisements

Hope for Winter

I was wrong
You were right
A day in december
Can be so nice

Wishing and hoping
Just won’t do
I won’t come
Closer to you

Let’s all hope for winter
Winter cools us down
The brightness of springtime
Makes you, makes me
Feel down

All at once
Or nothing at all
I couldn’t help
Feeling so small

In the end it’s all the same
I won’t come
Closer to you
I know i want to
But could i really do
When decisions are made by you

Let’s all hope for winter
Winter cools us down
The brightness of springtime
Makes you, makes me
Feel down

 

 

* a song by Club 8

Jamaah

Imam bisa mengganggu proses sholat berjamaah saat dia lupa atas ayat selanjutnya yang harus dibaca, bacaannya jauh dari kaidah tajwid, atau mungkin juga karena lupa rekaat.

Ternyata, makmum pun juga bisa melakukan “penggangguan” sholat berjamaah. Makmum satu ini kadang gerakannya membarengi gerakan imam, bahkan karena imamnya sudah tua atau berlatar budaya halus, sering terjadi si makmum justru mendahului gerakan imamnya.

Tidak cuma itu, si makmum juga kadang sedikit membaca keras bacaan – bacaan yang seharusnya tidak dikeraskan. Mengingat ini terjadi di sholat Dhuhur dan Ashar, dan statusnya sebagai makmum, sehingga menjadi hal aneh jika kemudian suara si makmum menjadi lebih keras dari pak imam.

Demi tertibnya jamaah, pak imam sebagai pimpinan kemudian menyentil secara halus si makmum dengan cara pak imam mengeraskan bacaan takbirnya dua atu tiga atau bahkan enambelas kali lebih keras dari biasanya.

Sikap yang terbaik adalah pengerasan bacaan oleh pak imam tadi seharusnya jangan dianggap marah oleh si makmum.

Atau sikap kedua terbaik, kalaupun pak imamnya marah, seharusnya hal itu tetap dijadikan pengoreksi diri dari si makmum.

Atau sikap ketiga agak baik, makmum akan bertanya – tanya ada apa dengan pak imam ?

Atau sikap keempat yang tidak baik, si makmum akan menggerutu, bersakit hati, dan menyalah-nyalahkan sang imam tanpa mencari penyebab marahnya pak imam.

Atau sikap kelima terburuk adalah si makmum akan berhenti berjamaah dan meninggalkan imamnya.

Dan jika saya kebetulan pas jadi imamnya, saya berharap sikap pertama yang akan diambil oleh si makmum.

Oh ya lupa, sebenarnya diantara sikap ketiga dan keempat itu ada sikap ke-tiga setengah, yaitu jika si makmum langsung pingsan karena kaget mendengar suara super kerasnya pak imam. Jelas kalau pingsan, tidak sadar, segala macam hukum fardhu yang Alloh tetapkan akan mendapatkan status dima’fu

*) mohon maaf, photo diambil dari salah satu blog lain hasil searching dengan google, dan belum dimintakan persetujuan si pemilik photo

Rahasia Kemin

TENTANG KEIKHLASAN

Namanya Minaryo, orang purwodadi beristri orang Surabaya, kendati tidak berpendidikan tinggi tetapi nekat mengadu nasib datang ke Tangerang untuk mencari rejeki hidup sebagai penjual ayam potong. Oleh teman – teman masyarakat kalangannya dia dipanggil kemin ( dalam bahasa Jawa kemin berarti anak babi hutan, panggilan2 seperti ini sudah terbiasa dalam di beberapa daerah ).

Tuhan memberikan jalan rizki yang baik bagi Minaryo alias kemin. Perlahan usahanya mulai berkembang membaik dan akhirnya dia bisa membeli rumah yang dulu dikontraknya.

Halangan kecil dan besar silih berganti menerpa usaha potong ayamnya, dari mulai isu kasus flu burung yang berkali – kali menimpa, hingga ditipu oleh teman dan pelanggannya dalam jumlah kehilangan hingga jutaan rupiah. Tapi Minaryo menjalaninya dengan ikhlas. Pernah dia membuang satu bak mobil ayam yang tidak laku gara – gara isu flu burung, dan dia tidak pernah menagih orang – orang yang meminjam uang padanya  dan (pura – pura ) lupa akan pinjamannya. Ikhlas kuncinya.

Saat usahanya semakin besar, Minaryo berhasil mendirikan rumah potong ayam sendiri, bahkan sekarang Minaryo sudah mempunyai lebih dari dua tempat usaha pemotongan ayam, mengkaryakan saudara – saudara dari kampungnya, dan bahkan bisa membeli sebuah rumah yang jauh lebih besar di sebuah komplek hunian bagus.

Kesuksesan masih berpihak pada Minaryo. Saat dua tahun mulai mengenal agama dan menekuni ibadah, Minaryo mendapatkan hadiah undian pertama dari Depo Bangunan dengan nilai hadiah Rp.500 juta ( net 375 juta setelah dipotong pajak ). Dengan uang itu diasegera membeli tanah di samping rumahnya, menyumbang pembuatan masjid baru di kompleknya, dan mendaftar Haji untuk dia, istri, dan bapak mertua.

Jadi, ikhlas adalah rahasia hidupnya. Terakhir saya bertemu Minaryo adalah Sabtu lalu, saat saya menghadiri undangan Walimatus safar, mengantar kepergiannya untuk berhaji.

TENTANG RUMAH TUSUK SATE.

Rumah tempat Minaryo dulu tinggal, kemudian dikontrakkan kepada orang lain. Minaryo hanya meninggalinya selama kurang lebih dua tahunan sebelum kemudian menangguk sukses besar dan bisa pindah ke rumah yang lebih baik.

Pengontrak rumah itu adalah saya. Rumah yang beralamat di Puri Dewata Indah Blok AG.36 itu sebenarnya bukan tipe rumah ideal, karena letaknya yang agak “tusuk sate”. Dengan kondisi seperti itu, rumah jadi lebih cepat kotor, apalagi saya dan istri sama – sama bekerja dan tidak punya banyak waktu untuk melakukan perawatan rumah.

Pertimbangan saya mengontark rumah itu adalah karena rumah itu dekat dengan mertua, dekat dengan Masjid, dan murah. Sekarang, di dekat komplek itu, sudah ada sebuah Terminal besar dalam dan antar kota yang memudahkan kami saat kami akan bepergian, dan sebuah pasar tradisional yang memudahkan kami saat berbelanja kebutuhan sehari – hari.

Rumah AG .36 itu terdiri dari sebuah beranda depan, ruang tamu, sebuah kamar tidur  besar, sebuah kamar tidur kecil, dapur, dan sebuah kamar mandi, dengan air PAM dan saluran telepon sudah terpasang. Karena kami keluarga kecil, kamar tidur kecil kami gunakan sebagai gudang. Sebenarnya kamar ini bisa dijadikan kamar pembantu dengan mensekat kamar ini dari dapur, karena rumah ini mempunyai dua pintu masuk.

Mitos tentang “rumah sukses” mulai terasa. Saat Februari 2007 saya dan istri mampu untuk membeli rumah sendiri dan mulai pindah serta menempati rumah baru itu di Juni 2007. Artinya, saya hanya menempati rumah kontrakan Minaryo kurang dari tiga tahun.

Penghuni berikutnya yang mengontrak rumah itupun mengalami nasib sama. Setelah dua tahun mengontrak, sang penghuni akhirnya bisa membeli sebuah rumah baru yang lebih luas dengan luas tanah sekitar 500 meter persegi.

Jadi, kalau dihitung – hitung, dari penghuni sebelum Minaryo, kemudian Minaryo sendiri, kemudian saya, hingga pengontrak terakhir, selalu tidak lebih dari tiga tahun tinggal di rumah tersebut dan langsung bisa mempunyai rumah sendiri.

FIFA 2010

Demam Piala Dunia 2010 sepertinya sudah mulai menggejala dan menjangkiti banyak orang. Tidak terkecuali Gus-e yang sudah sekian lama tidak ketahuan kabarnya itu. Sebagai penikmat olahraga semilyar umat itu, Gus-e tahu benar siapa saja yang layak dijagokan untuk menjadi juara di Piala Dunia 2010 nanti. ” Realistis saja, Spanyol, Brasil, dan Inggris tampil paling mengesankan di babak kualifikasi ” katanya

Nah, rupanya demam yang dialami Gus-e ini kebablasan. Dari yang tadinya hanya sebagai penonton setia televisi, kemudian berlanjut giat ikut Futsal disana sini, dan yang terakhir Gus-e mulai keranjingan game bola FIFA2010. Saking keranjingannya, hampir tiam malam dia rajin nelpon saya untuk diajaknya bermain bersama. Yang jadi masalah disini, Gus-e nelpon dan ngajak mainnya antara jam 2 pagi hingga shubuh, ini kan namanya gila.

Tapi saya tetap salut sama dia. Kendati untuk Piala dunia nanti dia menjagokan Spanyol dan Brasil sebagai juara, dengan Inggris sebagai kuda hitam, tapi untuk kesebelasan yang dipilihnya dalam game bola yang dimainkannya setiap malam, dia memilih tim Arab. Itu setidaknya yang saya tangkap sekilas dari susunan nama pemainnya yang berkonotasi arab semua. Pemain – pemainnya diambil dari dua kesebelasan terkenal, Fatahajjat dan Al Witr, dengan formasinya adalah 2-2-2-2-3.

————————————-At takatsur———————————

———————-Al Asry ——————–Al Lumazah——————

Al Fiil—————————————————————–Al Quraisy

———————-Al Ma’un——————Al Kautsar———————–

Al Kafirun——————————————————————An Nasr

————————Al Lahab———–Al ikhlas Falaq Annas————– —

Bahkan saat ketemu lawan tanding yang tangguh, Gus-e tidak segan – segan akan memainkan pemain – pemain andalannya seperti Yaasin, Al Mulk, Waqiah, dan An Nur.