Hujan

Seorang bapak terlihat tergesa menyeret gerobak besar yang mengangkut barang-barang hasil memulungnya seharian. Dia bergegas berkejaran beradu cepat dengan rintik hujan yang mulai membesar. Dibelakangnya, sang istri terlihat berlari mencoba mengimbangi langkah cepat suaminya, sambil menggendong anaknya dan mencoba melindungi si anak sedapatnya dengan satu telapak tangan yang ditutupkan di atas kepala si anak.

Mereka kemudian berteduh di sebuah bangunan yang menjadi penyangga gapura besar yang melintang di atas dua jalur jalan di depan sebuah komplek kantor pemerintahan. Ibu dan anak langsung masuk ke bangunan tersebut, mencoba menghindari air hujan yng terbawa angin. Sementara si bapak berdiri di sebelah luar bangunan sambil mengedarkan pandang ke atas berkeliling, seolah sedang menebak berapa lama hujan akan berlangsung.

Sekitar lima belas menitan keluarga itu berteduh, ketika tiba – tiba seorang berseragam CS (Cleaning Service), memakai helm di kepalanya sebagai pelindung hujan, dan berwajah lugu, tiba – tiba mendatangi mereka dan memberikan sejumlah uang yang mungkin setara dengan penghasilan empat atau lima hari mereka. CS itu tidak banyak mengucapkan kata, dan kemudian berlalu.

CS berlari menembus hujan, lelaki pemulung dan keluarganya ternganga heran dengan rejeki yang tidak diduganya. Sementara itu, di lantai 3 sebuah kantor yang letaknya tidak jauh dari gapura itu, seseorang dari balik kaca jendela terlihat tersenyum melihat kejadian itu dengan rasa syukur di dada karena dilibatkan Tuhan dalam skenario indahNYA.

Hujan makin deras berkolaborasi dengan angin, malam menggelap, dan bapak, ibu, beserta anak itu mungkin sedang terdiam dalam syukur.

Advertisements