P.R.O.L.O.G

Tentu, kegelisahan ini sudah sangat akrab untuk selalu datang setiap kali sebuah skedul perjalanan mulai tergores dalam benak. Tentu, nasib dan apapun yang akan terjadi selalu menjadi fenomena tak tertebak dari keterbatasan manusia dalam mendalami kearifan.

Cemas dan takut perpisahan, anggap saja sebagai refleksi sebuah cinta. Tidak perlu dibesar-besarkan karena memang kita semua terlalu kecil hidup dalam kubah skenario NYA. Maafkan aku jika aku menarik kembali keinginanku untuk berhenti berjalan. Karena aku tahu, rumahku tidak disini.

Tuhan, jejakkan kakiku ke semua penjuru bumimu yang belum pernah terkecup oleh sujudku

Advertisements