Memahami Dhican

Tentang kedekatan Dhican dengan saya (baca : ayahnya), semua anggota keluarga tentu akan mengamini dan tidak meragukannya lagi. Ini bisa dilihat saat kemanapun kami sekeluarga berpergian, Dhican akan lebih sering minta digendong atau dipangku atau digandeng oleh saya (baca : ganteng).

 

Kondisi Psikologis juga tidak jauh beda. Pernah suatu waktu, saat mengendarai mobilnya Tuhan, karena suatu hal, tiba – tiba saya mengerem mendadak yang mengakibatkan Dhican kecil yang sedang duduk santai sendirian di kursi depan terlembar hingga nyungsep di bawah dashboard mobil. Dhican menangis keras saat itu, tetapi tidak ada luka luar maupun luka dalam, hanya sakit karena terbentur dashboard. Yang kemudian terjadi pada saya, begitu melihat Dhican nyungsep, saya langsung sakit perut tiga hari tiga malam, mules habis- habisan, kehilangan nafsu makan dan nafsu2 lainnya, mungkin karena begitu dalamnya rasa bersalah yang saya rasakan.

Nah, mungkin orang boleh berpendapat bahwa Dhican paling dekat dengan saya. Tetapi dalam hal perkembangan dan pertumbuhan, saya punya pendapat bahwa Dhican justru paling dekat dengan kakak Ale. Apa yang kakak Ale lakukan , dhican akan menirukannya tanpa seleksi (bisa dipahami, mengingat usianya yang baru menginjak 2 tahun 1 bulan).

 

Contoh kecil, saat kami hanya membelikan satu botol minuman untuk mereka berdua, saat giliran Dhican meminumnya, Ale akan teriak ” yaaah..habis deh habis deh habis deh..”. Dhican pun akan menirukan hal yang sama saat giliran kakak Ale mendapat giliran minum. Dengan raut muka yang sama dengan saat kakak Ale mengucapkannya, Dhican akan berteriak “yaaah..habis deh habis deh habis deh..!”

 

Yang lucu, saat mereka berdua berlomba saling mendahului di kegiatan melompat dan bersalto di sofa, saat Dhican disalip kakaknya, Dhican meneriakkan kata – kata yang sama “yaaah..habis deh habis deh habis deh..” sambil menggigit-gigit sofa tersebut !!

Saya belajar pada mereka berdua. Untuk mengawal dan mengarahkan tumbuh kembang Dhican, pertama, saya harus memberikan contoh yang nyata layaknya kakak Ale. Anak seusia Dhican sangat tajam dalam merekam contoh nyata orang – orang disekitarnya. Dan kedua, saya harus mengubah gaya berpikir saya layaknya gaya berpikir anak seusia Dhican itu sendiri, seperti halnya gaya berpikir kakak Ale yang hanya berbeda sekitar 5 tahun dari Dhican.

Dhican, Ale, guru – guru kecilku, terima kasih sudah mengajarkan banyak hal.

Advertisements

Mati

Seperti dalam postingan sebelumnya pernah saya katakan, saya memandang kematian itu adalah sebuah hal yang tidak tabu untuk dibicarakan. Saat saya berkata saya sangat ingin mati muda, bukan berarti bahwa saya tidak mempunyai semangat hidup dan tidak punya perencanaan jangka panjang (emang beneran punya ?!), tetapi karena saya benar – benar penasaran atau katakanlah sangat Rindu dengan kehidupan setelah dunia, dan sangat ingin bertemu Tuhan, dengan sangat SEGERA.

 

Berpikir positif saja, khusus untuk orang – orang baik yang saya kenal, yang sudah meninggal, saya hanya bersedih karena merasa ditinggalkan oleh mereka. Selebihnya, saya justru merasa gembira mereka meninggalkan dunia karena saya meyakini bahwa mereka sedang berproses pindah dari tempat yang mungkin tidak baik menuju tempat yang lebih baik.

 

Jika kemudian anda bertanya, apakah saya juga meyakini bahwa saat kematian itu datang, saya sendiri juga akan berpindah ke tempat yang lebih baik ?

 

Dengan tidak yakin saya akan menjawab dengan lantang : ENTAH !!

Ulang Tahun

Ada sejumlah pihak yang mempunyai pendapat bahwa mengucapkan selamat ulang tahun itu tidak boleh. Mungkin ada hadits yang mendasarinya, yang sanat dan matannya kuat, saya tidak tahu. Dalam pemikiran saya, mungkin pendapat itu dilandaskan pada kondisi bahwa semakin bertambah usia akan berarti semakin berkurang jatah waktu hidup. Jadi, seharusnya jangan diberikan ucapan selamat, karena sisa usia hidupnya jelas2 berkurang, waktu untuk menambah ibadahnya jelas2 makin sedikit.

 

Tetapi saya mempunyai cara pandang berbeda dalam melihat hal ulang tahun ini. Simpel saja, sangat simpel. Saya hanya sangat penasaran, atau boleh dibilang sangat rindu, pengen segera bertemu Tuhan. Pengen melihat langsung Tuhan. Pengen benar – benar ada di dekat Tuhan dan Rasul Muhammad. Ini serius. Anda tidak perlu bertanya amalan apa saja yang sudah saya lakukan sehingga saya berani sok yakin setelah mati bakal diterima Tuhan dan diijinkan bertemu dengan NYA. Karena bagi saya, siap tidak siap, dengan tabungan amal sholeh atau tanpa sedikitpun, jika kematian itu datang, toh saya jelas tidak punya daya untuk menolaknya bukan ?

 

Nah kembali ke masalah ulang tahun tadi, menurut saya, semakin bertambah usia kita, semakin dekatlah kita dengan kematian, semakin dekat pula dengan saat2 pertemuan dengan Tuhan. Makanya, saat mengucapkan selamat, itu artinya saya mendoakan anda supaya tetap selamat, dan mengucapkan kegembiraan bahwa yang berulang tahun semakin dekat dengan saat2 pertemuan dengan Tuhannya. Dalam ucapan itu jelas tersemat doa semoga selamat hingga bertemu Tuhan

 

Jadi, saya ucapkan selamat bagi anda yang berulang tahun. Selamat karena anda sudah semakin dekat dengan Tuhan 🙂

Balada Pak Marto

Tempat makan kaporit saya kena gusur. Bakmie Jawa Pak marto yang awalnya biasa buka usaha di depan klinik Banjar medika Cipondoh tiba – tiba diminta pindah oleh pemilik tanah karena lahannya akan dipakai untuk usaha.

 

Setelah mendapatkan masukan dari beberapa pelanggannya, Bakmi Jawa Pak Marto memutuskan pindah ke taman jajan depan komplek perumahan Taman Royal 2. Disitu mereka diharuskan membayar 2 juta pada pengelola (kurang jelas, ini bayarnya ke satpam atau ke pihak lain).

 

Nah masalah muncul begitu ternyata disitu sudah ada yang membuka lapak serupa, jualan nasi goreng, kwetiauw dan sebangsanya. Oleh pedagang lama, Pak Marto hanya diperbolehkan menjual produk yang belum dijual oleh penjual yang lain. Artinya, Pak Marto hanya boleh menjual Bakmi Godhog. Merugilah Pak Marto

 

Akhirnya, setelah bertahan kurang dari seminggu di situ, Pak Marto memutuskan untuk pindah buka usaha di depan pom bensin Cipondoh, sejajar dan hanya berjarak ± 50 meter dari Banjar Medika.

 

Entah karena saya pernah mengulasnya di blog ini dua kali, atau karena yang lain, yang jelas pelanggannya sekarang makin banyak. Dulu saya pernah menulis bahwa jika anda ingin mendatangi tempat ini, datanglah sekitar jam 10 malam. Yang terjadi, sekarang jam 10 malam selalu ramai. Jadi, saya sekarang mengatur strategi untuk datang selepas maghrib. Biasanya disitu belum begitu ramai ( awas ya, kalo setelah tulisan ini dipublikasikan, keramaian berubah ke waktu selepas maghrib !!)