Megalomania

Salut saya sama negara ini, yang mempunyai penduduk atau orang – orang yang mempunyai harga diri tinngi atau lebih tepatnya orang – orang yang ingin dihargai tinggi. Dan hebatnya lagi, ini meghgejala dari lapisan atas hingga akar rumput.

Sudah bosan baca dan dengar tentang anggota dewan yang tidak kita pilih itu, yang punya penghasilan minimal setahunnya sekitar 1.2 M, belum lagi tambahan fasilitas ini itu, perjalanan dinas, dll ? Nah sudah sedemikian lumayan penghasilan mereka, toh tetap saja mereka memperjuangkan tambahan fasilitas dari mulai laptop ( yg akhirnya nggak jadi ya ?), studi banding, dll,dll.

Bisa jadi karena mereka merasa harga mereka terlalu tinggi. Apa yang diberikan oleh negara ini dirasa belum cukup untuk membayar keprofessionalan mereka dalam bekerja.

Tidak mau kalah, mereka yang menamakan diri sebagai wong cilik pun ikutan menaikkan harga tawar dirinya. Lihat mereka para penggelar lapak dan pedagang kaki lima yang dengan seenaknya menggelar dagangan di pinggir jalan raya, di trotoar, dan di tempat – tempat yang mengganggu kepentingan umum. Saat terjadi penertiban, atas dasar pengakuan hak penghargaan diri, mereka kemudian teriak : ” mana janji pemerintah yang akan melindungi kepentingan wong cilik ?!!”

Waduh, saya juga wong cilik, yang alhamdulillah belum punya mobil, jadi kalo berangkat ke kampus masih harus naik angkot, dan angkot saya jalannya amat sangat tersendat gara – gara lapak – lapak yang mereka gelar “mengkorupsi” jalan umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s