Separator

Buat para pengendara motor/ mobil, jika anda mengendarainya di malam hari, pastikan semua fungsi perlampuan anda berfungsi dengan baik ! Ini bukan saja tentang keselamatan anda, tetapi juga keselamatan orang lain, keselamatan anak cucu, keselamatan keluarga, keselamatan teman, keselamatan kita semua.
——————————————————

Separator jalan yang ada di depan komplek perumahan Taman Royal 2 itu memang sudah seringkali menyebabkan kecelakaan. Mungkin karena minimnya penerangan lampu jalan atau kurang hati-hatinya para pengendara, terutama di malam hari.

Saya pernah menyaksikan dua kali, mobil nyangkut di separator itu. Sedangkan momen menemukan pecahan kaca akibat kecelakaan sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Tetapi saya sungguh tidak menyangka jika ternyata malam itu giliran saya yang “ditunjuk” untuk mengalaminya.

Malam itu (Rabu, 7/3/2012) seperti biasa saya pulang dari menjemput anak-anak yang seharian saya titipkan di rumah mertua. Sekitar jam 8-an waktu itu. Mobil seperti biasanya hanya berganti dari gigi satu dan gigi dua mengingat jalan yang saya lalui menuju jalan raya cukup sempit. Begitu keluar dari komplek Taman Royal 1-3 pun saya langsung dihadapkan dengan ramainya lalu lintas Jalan KH Hasyim ashari.

Saat mobil baru masuk gigi dua dan baru jalan sekitar 10 meteran, saya bersama keluarga benar-benar dikejutkan oleh sebuah bayangan manusia yang tiba-tiba menabrak mobil kami, dan tanpa kami sempat mengerem, tubuh itu langsung terlindas mobil yang kami kendarai. Reflek saya segera menepikan mobil dan keluar menuju si korban, bersama dengan puluhan orang yang segera menjadikan tempat itu ramai.

Suara – suara mulai berdengung mengiringi kedatangan saya menuju tempat korban tertabrak. Ada yang mengomentari, ada yang memberi perintah, ada yang menunjuk-nunjuk saya seolah sebagai tertuduh utama, semua berdengung menjadi satu. Saya memutuskan memfokuskan diri pada korban, membuka helm yang masih melingkar di kepalanya, dan mengajak beberapa orang untuk menggotong korban itu menuju mobil saya untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Istri dan anak-anak saya minta keluar dan pulang ke rumah langsung, sedangkan saya bersama salah satu warga disitu membawa korban menuju rumah sakit Usada Insani, rumah sakit terdekat dari lokasi. Alhamdulillah, ternyata korban masih dalam keadaan sadar, dan masih bisa diajak berkomunikasi. Sambil menyetir kemudian saya minta si korban untuk menghubungi keluarga atau siapapun yang bisa segera dimintai tolong menemani ke rumah sakit.

Dalam perjalanan itu, korban yang bernama A itu kemudian sempat mengungkapkan permintaan maaf. Menurutnya, dia baru saja pulang dari arah Ciledug dengan mengendarai motor yang lampu depannya mati. Mungkin kaena kondisi jalan sekitar lokasi TKP cukup gelap, ditambah tanpa lampu motor, dan helm berkaca yang menghalangi pandangannya, akhirnya A tidak melihat bahwa disitu ada separator pembatas jalan yang kemudian ditabraknya.

Motornya menabrak separator jalan, kemudian tubuh A terlempar ke sisi jalan yang lain menabrak bemper depan mobil saya dan langsung jatuh tepat di depan roda mobil tanpa saya mampu mengeremnya.

Kembali ke perjalanan menuju RS Usada Insani tadi, seteah sampai, A segera dibawa ke UGD dan langsung ditangani oleh perawat dengan disuntik anti tetanus. Saat itu datang dua orang polisi yang mencatat data diri saya dan A. Kemudian kedua polisi itu berpamitan menuju tempat TKP. Sedangkan saya, tetap disitu dan memutuskan untuk menemani A sambil menunggu keluarganya datang. Mungkin sekitar satu setengah jam kemudian keluarganya baru datang. Selama kurun waktu itu, saya sempat ngobrol dengan A, dan A juga sempat menjawab beberapa telepon yang datang dari keluarga maupun teman-temannya.

Keluarga A datang sekitar pukul 9.30an, si ibu mengurus administrasi, sedangkan bapaknya langsung saya temui dan saya ceritakan kronologis kejadiannya secara runut, detail, dan tanpa ada yang saya tutupi.

Singkat cerita, subhanalloh, si bapak menerima cerita saya tadi, dan bahkan mengucapkan berkali-kali terima kasih karena saya sudah membantunya membawa A untuk mendapatkan perawatan dengan cepat. Bahkan si bapak menawarkan siap membantu perbaikan mobil saya yang rusak cukup parah di bagian bemper depannya. Tawaran itu tentu saya tolak, dan saya minta agar si bapak tetap fokus saja pada penanganan A agar cepat pulih.

Maha Suci Alloh atas kuasanya. Selepas dari Rumah Sakit, di rumah, saya dan istri coba mengintrospeksi diri atas diri kami pribadi. Kami meyakini dan memastikan bahwa sebelumnya kami sudah membaca doa naik kendaraan, berhati-hati, dan menjalankan kendaraan sesuai dengan aturan yang ada. Tetapi jika Alloh berkehendak, apapun bisa terjadi. Walaupun kami merasa sudah menjalankan rule dan ritual dengan benar, masih saja bisa terjadi hal seperti ini.

Itu membuat saya menjadi kecil, dan begitu tidak berarti. Alloh sudah menunjukkan kuasanya di depan mata kami. Alloh bisa mengubah puncak gunung menjadi dasar laut, membalikkan tanah subur kaum Luth, atau mengubur habis keperkasaan Pasukan Firaun, apalagi “hanya” sekedar membalikkan nasib saya, nasib keluarga kami.

Kami kemudian bersyukur karena sudah dilindungi dari hal yang lebih parah, bersyukur karena kemudian menemukan bentuk silaturrahim lain yaitu berkenalan dengan keluarga A yang luar biasa, dan bersyukur atas semua nikmat-nikmat yang seolah selama ini tertutup oleh kabut dunia, kemudian baru terkasat di mata setelah hal ini terjadi.

Advertisements

Small House Lizard

Apa itu professional ?

Professional adalah jika anda sedang sibuk mempersiapkan bahan yang akan anda presentasikan, tetapi anda masih dengan senang hati meluangkan perhatian untuk menjawab pertanyaan si kecil yang menanyakan bahasa Inggrisnya sapi, kelinci, dan gajah.

Kemudian menyempatkan diri membuka kamus dan menjawab dengan simpatik saat si anak bertanya tentang bahasa Inggrisnya cicak.

10 to 6

Ini melelahkan. Senin sampai Kamis saya harus beraktifitas dari jam 6 pagi hingga jam 10 malam, kondisi yang membuat saya hanya bertemu anak – anak dari jam 10 hingga jam 6 pagi, itupun mereka masih dalam keadaan tertidur.

Jum’at, saya pulang sampai rumah paling cepat jam 20.30 malam. Kalau saya beruntung – seperti Jumat lalu- saya masih bisa merasakan pelukan kangennya si Dhican dan sapa akrabnya si Ale. Karena sedikitnya porsi waktu buat mereka berdua itulah, maka saya berusaha untuk menggunakan hari Sabtu dan Minggu secara maksimal untuk mereka berdua

Sebenarnya tidak ada kegiatan istimewa di hari Sabtu dan Minggu. Tetapi karena saya melewatkannya bersama orang – orang istimewa, jadinya ya waktu berubah menjadi begitu istimewa.

Sabtu ini, saya memenuhi janji untuk menemani Ale bermain sepeda ke tanah kosong Taman Royal I yang menurutnya mempunyai medan yang menantang untuk bermain sepeda.


Ale dan Dhican lumayan antusias. Sayang karena waktunya sudah mulai siang, kami tidak bisa berlama – lama disitu.

Malamnya, kami berencana hunting buku di Toko Buku. Sayangnya, karena terlalu malam, kami hanya sempat makan malam dan bermain di timezone sekedarnya.

Minggu pagi, kami memenuhi undangan sekolahnya kakak Ale, Sekolah Alam Tangerang, untuk berSILATURRAHIM dan HALAL BIL HALAL dengan para guru dan orang tua murid lainnya.

Siangnya, saat capek dan kantuk menyerang, saya harus menguatkan diri untuk tetap menemani Dhican yang sepertinya hari itu kelebihan energi. Eh….saya yang ngantuk atau sekedar halusinasi, atau entah apa, tapi saya melihat Dhican bisa terbang !!!

SDM

Hey, jangan percaya jika ada yang bilang Sumber Daya Manusia Indonesia itu kualitasnya rendah !!

Setidaknya, mata kita mulai terbuka bahwa tidak sedikit putra bangsa baik yang masih setia memegang kewarganegaraannya (WNI) maupun yang sudah melepasnya dan memilih menjadi warga negara asing, yang mampu berkiprah sukses di negeri orang.

Sejak dulu, kita mengenal Pak Burhanuddin Jusuf Habibie yang sukses di jerman dan kemudian ditarik ke Indonesia untuk menjabat Menteri Riset dan Teknologi.

Kemudian kita juga mengenal Ken Kawan Sutanto (halo…nama saya Kholid Sutanto lho …kami satu marga !!!). Professor yang meraih 4 gelar doktor di empat bidang yang berbeda ini masih memegang kewarganegaraannya (WNI). Beliau sukses di bidang akademisi, dan menjadi seorang dosen yang sangat disegani di jepang. Salah satu temuannya yang terkenal adalah apa yang dia namakan sebagai “Soetanto Effect”. Sampai saat ini, setidaknya ada 31 temuan yang sudah beliau patenkan.

Kemudian ada Sehat Sutardja, yang sukses mendirikan Marvell Technology Group. Marvell tercatat sebagai one of the best managed company in America dan menjadi kampium di semi-conductor company top ten list. Semuanya bergengsi karena yang memilihnya adalah majalah Forbes, majalah referensi utama ekonomi dunia.

Ada lagi, namanya Professor Nelson Tansu. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977 ini adalah peraih gelar Professor termuda di Amerika Serikat.

Ada juga Johny Setiawan ( penemu planet dan bintang muda), Prof. Doktor. Khoirul Anwar (pemegang dua paten penting tentang telekomunikasi dan perombak pakem efisiensi telepon seluler), Muhammad Arif Budiman (ahli genetika di Orion Genomic, Saint Loius Missouri AS), Yanuar Nugroho (lulusan ITB yangterpilih jadi dosen terbaik di Inggris pada tahun 2009), Sri Mulyani (salah satu direktur World Bank), dan masih banyak lagi.

Lima hari yang lalu, ada sebuah kabar dari kakak saya yang tinggal di Seattle yang membuat saya bangga. Ponakan saya (anak pertama dari kakak ), Irfan Hanif Wisanggeni, menerima penghargaan dari Presiden Barrack Obama sebagai seorang pelajar berprestasi bagus.

Disana, pemerintahnya sudah terbiasa menghargai para pemikir, para pelajar, sejak usia dini

Dengan miris saya akan mengatakan bahwa salah satu syarat mudah yang menjadikan mereka sukses adalah : jangan berkarir di Indonesia !! Anda dan kita tahu, selama politikus berkualitas (moral) rendah masih menjadi panglima penentu kebijakan di semua bidang, maka jangan harap akan ada kegemilangan disana.

Sebelum terlambat, mari kita mulai untuk lebih menghargai putra-putri terbaik negeri ini. Berikan mereka kesempatan untuk menyumbangkan pemikiran terbaiknya guna memperbaiki bangsa ini dan menempatkan negeri ini pada posisi yang lebih layak

sad song

Waktu terasa berhenti

rodanya sarat tak beranjak

saat kamu tidak hadir diantara kami

dengan dirimu yang sebenar-benarnya

ingin aku mengejar matahari

untuk mendorongnya lebih cepat melewati malam

dan merogohkan tanganku ke kolong cakrawala

untuk menariknya bergegas

 

semua itu aku lakukan demi kamu

demi kamu melewati episode sedih itu dengan tidak berlama

 

Dhican, menarilah segera

Karena kami masih ada menunggu

dengan euforia dalam setiap detik episode barumu

24.06.2011

Mayapada Hospital Tangerang

Memahami Dhican

Tentang kedekatan Dhican dengan saya (baca : ayahnya), semua anggota keluarga tentu akan mengamini dan tidak meragukannya lagi. Ini bisa dilihat saat kemanapun kami sekeluarga berpergian, Dhican akan lebih sering minta digendong atau dipangku atau digandeng oleh saya (baca : ganteng).

 

Kondisi Psikologis juga tidak jauh beda. Pernah suatu waktu, saat mengendarai mobilnya Tuhan, karena suatu hal, tiba – tiba saya mengerem mendadak yang mengakibatkan Dhican kecil yang sedang duduk santai sendirian di kursi depan terlembar hingga nyungsep di bawah dashboard mobil. Dhican menangis keras saat itu, tetapi tidak ada luka luar maupun luka dalam, hanya sakit karena terbentur dashboard. Yang kemudian terjadi pada saya, begitu melihat Dhican nyungsep, saya langsung sakit perut tiga hari tiga malam, mules habis- habisan, kehilangan nafsu makan dan nafsu2 lainnya, mungkin karena begitu dalamnya rasa bersalah yang saya rasakan.

Nah, mungkin orang boleh berpendapat bahwa Dhican paling dekat dengan saya. Tetapi dalam hal perkembangan dan pertumbuhan, saya punya pendapat bahwa Dhican justru paling dekat dengan kakak Ale. Apa yang kakak Ale lakukan , dhican akan menirukannya tanpa seleksi (bisa dipahami, mengingat usianya yang baru menginjak 2 tahun 1 bulan).

 

Contoh kecil, saat kami hanya membelikan satu botol minuman untuk mereka berdua, saat giliran Dhican meminumnya, Ale akan teriak ” yaaah..habis deh habis deh habis deh..”. Dhican pun akan menirukan hal yang sama saat giliran kakak Ale mendapat giliran minum. Dengan raut muka yang sama dengan saat kakak Ale mengucapkannya, Dhican akan berteriak “yaaah..habis deh habis deh habis deh..!”

 

Yang lucu, saat mereka berdua berlomba saling mendahului di kegiatan melompat dan bersalto di sofa, saat Dhican disalip kakaknya, Dhican meneriakkan kata – kata yang sama “yaaah..habis deh habis deh habis deh..” sambil menggigit-gigit sofa tersebut !!

Saya belajar pada mereka berdua. Untuk mengawal dan mengarahkan tumbuh kembang Dhican, pertama, saya harus memberikan contoh yang nyata layaknya kakak Ale. Anak seusia Dhican sangat tajam dalam merekam contoh nyata orang – orang disekitarnya. Dan kedua, saya harus mengubah gaya berpikir saya layaknya gaya berpikir anak seusia Dhican itu sendiri, seperti halnya gaya berpikir kakak Ale yang hanya berbeda sekitar 5 tahun dari Dhican.

Dhican, Ale, guru – guru kecilku, terima kasih sudah mengajarkan banyak hal.

2 Tahun Dhican, si Lady Strawberry

Ada kejutan pagi ini. Saat Dhiya Cantik (Dhican) baru saja sampai di rumah eyangnya, Dhican mendapatkan ada sebuah sepeda kecil beroda tiga berwarna perak. Wowww…sepeda siapa itu ?

 

Ternyata itu sepeda Dhican, dibelikan oleh eyang putri dan tante Wulan, sebagai hadiah ulang tahun Dhican yang kebetulan jatuh esok hari, 25 Januari.

Kendati masih agak kaku dalam menggoes, kini Dhican dan Ale bisa bermain bersama.

Med Milad ya Dhican. Terimakasih sudah memberikan dua tahun penuh, hari – hari yang amazing melihatmu, menyaksikanmu, dan menemanimu berkembang dan tumbuh menjadi anak yang selalu membuat kami bertasbih.

Ale dan Sholat

Setelah menyelesaikan 4 Rakaat Sholat Dhuhur di Masjid di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu, tiba – tiba Ale yang selama sholat bukan menghadap ke kiblat tetapi malah menghadap ke kereta gantung, bertanya : ” Ayah, kok sholat sunahnya belum ?”

 

Wow, saya terkejut, senang dan sekaligus penasaran dengan pertanyaannya. Setelah meng-oke-kan permintaannya untuk sholat sunnah ba’diah, kemudian saya pun mulai bertanya sekaligus mengorek keterangan tentang apa saja yang Ale tahu tentang sholat.

 

Ternyata, di sekolahnya saat ini, Sekolah Alam Tangerang, Ale diajarkan untuk istiqomah menjaga waktu sholat Dhuha, sholat qobliyah Dhuhur ( sholat sunah sebelum sholat Dhuhur), dan sholat ba’diyah Dhuhur (sholat sunnah setelah sholat Dhuhur). Wah…ini sebuah kejutan yang menyenangkan bagi saya.

 

Sebelumnya, pernah juga suatu malam , saat saya ajak Ale sholat berjamaah, dia melakukan takbiratul ikhrom berulang – ulang di setiap awal rakaat. Ketika saya tanya kenapa dia melakukan hal itu, Ale menjawab bahwa dia hanya meniukan apa yang sudah dilakukan orang – orang saat sholat di waktu lebaran.

 

Dua hari yang lalu, Ale kembali melakukan “sholat aneh” saat berjamaah. Kali ini dia mengambil posisi duduk sepanjang sholat, dan hanya sesekali membungkuk rukuk serta sujud. Saat kembali saya tanya tentang alasannya melakukan sholat seperti itu, Ale menjawab bahwa dia melakukan sesuai dengan apa yang pernah dilihatnya saat sholat bersama – sama di masjid Quba. Saat itu dia melihat seseorang melakukan sholat dengan posisi duduk sepnjang sholat.

 

Eksplorasi Ale tentang sholat sungguh menyejukkan saya. Sesejuk saat saya pertama kali mendengarkan hapalan bacaan sholatnya yang sungguh jauh melebihi ekspektasi saya sebelumnya. Kendati pengucapannya belum begitu jelas (jangan berbicara tentanh fasih dulu), tetapi hapalannya bagus dan mengambil versi lengkapnya.

 

Contohnya, saat dia mengucap sami’aloohu liman hamidah, setelah itu dia tidak hanya sampai pada lafal Robbanaa (wa)lakal hamd, tetapi dilanjutkannya sampai mil ussamaawati wa mil ulardhi wamil umaasyikta min syaiin ba’du.

 

Tetapi dibalik kebanggaan dan keharuan saya, muncul sebuah kesedihan dan rasa trenyuh. Tidak bisa disangkal lagi, Ale belajar semua itu dari para gurunya di sekolah TK Robbani dan Sekolah Alam Tangerang. Lalu, dimana peran saya saat itu ? Saat Ale menghapal surah-surah di juz 30 ? Saat Ale menghapal dan belajar gerakan sholat ?  Saat Ale belajar huruf hijaiah ?

 

Ini adalah ladang amal Jariah, amal yang akan terus mengalirkan pahala kendati kita sudah mati. Saya rela ladang amal ini dimiliki oleh guru- guru Ale yang mengemban amanahnya dengan luar biasa, tetapi saya tidak rela jika saya sendiri tidak secara total ikut terlibat di dalamnya.

 

Mari Ale, kita jemput cahaya itu bersama…

 

Ibu

Andai semua kata terindah di bumi ini dirangkaikan menjadi bunga terindah, itu semua tidak cukup untuk menggambarkan Ibuku seutuhnya.

 

 

 

 

 

– sungkêm bêktos kêng putro –

 

selamat hari ibu, 22 Desember 2010

Awasi Anak – Anak Kita !!

Hati – hati dan selalu waspada dalam menjaga anak – anak kita, terutama dari penculikan dan dari pemaksaan mempekerjakan anak – anak di bawah umur. Ini ada foto2 kejadian yang berlangsung di wilayah Tangerang :

 

Pertama si ibu datang membawa anaknya yang dijanjikan akan menjadi fotomodel cilik yang hebat

 

Kedua, di depan si ibu, si anak diberi beberapa sesi pemotretan

Ketiga, saat si ibu lengah, dan percaya, dan mulai menitipkan si anak kepada di tukang foto karena si ibu ada urusan yang lain, maka inilah yang terjadi :

Sekali lagi, hati-hatilah !! mari kenali wajah si tukang foto yang kejam tapi ganteng itu !! Segera laporkan ke komnas perlindungan anak !! Kak setoooo…si komo………tolooonggg…!!!