DeBe Dhican

Ini pengalaman Dhican selama berinteraksi dengan penyakit Demam Berdarah (DB)

Jumat (29/7/2016 tengah hari). Dhican mengalami demam, dan tetap mengikuti kegiatan sholat berjamaah di sekolahnya. Sampai sore, panas tubuh tidak kunjung turun, dan malam itu pun dilewatkan Dhican dengan tidur yang sama sekali tidak nyenyak. Keluhan demam, pusing, mendominasi sepanjang malam.

Sabtu (30/7/2016). pagi dan siang dilewatkan dengan hanya berbaring di depan televisi. Suhu badan tidak sepanas malam tadi, tetapi tetap cukup tinggi (38.5), dan mulai mengeluhkan kaki pegal. Kami pun memberikan obat penurun panas, dan mulai menduga-duga bahwa Dhican mungkin kena DB. Disarankan agar jangan memberikan penurun panas dengan komposisi yang mengandung ibuprofen, karena ini akan berkontradiksi dengan DBnya.

Minggu (31/8/2016) Setelah semalaman kembali demam dan susah tidur, suhu badan kembali naik turun. Sampai saat ini kami hanya memberikan obat penurun panas dan berencana melakukan pemeriksaan beserta cek darah ke dokter di hari Seninnya, dengan pertimbangan sudah memenuhi tiga hari demam jadi hasil peemriksaannya pun kami harapkan bisa lebih akurat. Tentu kami tetap memperhatikan kestabilan stamina Dhican. Kendati sempat menyentuh angka 40.5 derajat celcius tapi Dhican terlihat stabil, tidak kejang, dan tetap kami paksa untuk mau minum air sebanyak-banyaknya.

Senin (1/8/2016). Pagi langsung kami bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan cek darah. Hasil cek darah menunjukkan kondisi masih bagus yaitu Platelet (trombosit) masih 153.000 (masih ada di range normal, yaitu 150.000-400.000). Tetapi karena kondisi Leucosit (3,0) dibawah standar range yang seharusnya (5,0 – 10,0) dan dengan mempertimbangkan hasil -hasil lainnya, dokter menyarankan agar Dhican dirawat inap. Kami kemudian berdiskusi dengan si dokter agar jika memungkinkan, kami tetap bisa merawat Dhican di rumah, tidak perlu rawat inap. Dokter pun kemudian menjelaskan sejumlah hal-hal yang harus kami lakukan (memberikan banyak minum cairan apa saja terutama sari buah, melakukan cek darah setiap hari sampai hari ke tujuh) dan hal – hal yang harus kami waspadai ( telapak tangan anyep/dingin, muntah, bab hitam, terlihat lesu di masa-masa tapal kuda, dan adanya tanda-anda pendarahan).

Selasa (2/8/2016). Semalam Dhican masih saja tetap tidak bisa tidur, suhu badan naik turun, dan keluhan pusing, pegal kami tetap mewarnai. Sore harinya kami cek darah lagi, Platelet (trombosit) kembali turun, kali ini ke angka 110.000. Khawatir dengan kondisinya, saya dan istri pun berdiskusi (lebih tepatnya berdebat) tentang penanganan kondisi Dhican, apakah tetap dirawat di rumah atau kali ini menyerah untuk dirawatinapkan agar lebih terpantau kondisinya. Kami pun berkonsultasi dengan dokter lain yang kami anggap bisa memberikan pendapat dengan lebih netral. Hasilnya, dokter tersebut menyatakan bahwa trombosit seperti itu masih cukup aman dan tetap bisa dilanjutkan dengan perawatan di rumah saja, yang penting posisi hematokrit masih di level yang normal (saat itu  hematokrit menunjukkan angka 37 dari range normal 33-45), si anak tidak muntah-muntah (dikhawatirkan bisa menyebabkan dehidrasi), dan tetap dijaga agar selalu banyak minum. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan perawatan di rumah.

20160802_194628

Rabu (3/8/2016). Baru semalam Dhican akhirnya bisa tidur dengan nyenyak. Suhu badannya turun mendekati normal. Tapi kami tahu, bahwa Dhican sedang memasuki fase tapal kuda, fase paling berbahaya yang suka menipu, dimana seolah-olah kondisi penderita DB dianggap sudah sembuh, tapi ternyata belum. Fase ini ada yang berpendapat mulai hari ke 5 s.d. hari ke 6, ada yang bilang hari ke 4 s.d. hari ke 6, ada juga yang berpendapat dari hari ke 4 sampai hari ke 7. Porsi minum Dhican tetap kami perhatikan. Keluhan kali ini berganti, bukan lagi pusing atau pegal, tetapi terasa gatal di kedua telapak kaki. Hari ini kami tidak melakukan cek darah, karena masih ada trauma di hati Dhican yang memang agak paranoid dengan jarum suntik. Kasian juga, melihatnya harus menderita selama ini, terutama di waktu-waktu malamnya yang selalu susah tidur.

Kamis (4/8/2016). Semalam kembali Dhican susah tidur. Keluhan gatal di telapak kakinye membuat Dhican susah tidur. Hari ini kami kembali membawanya untuk dilakukan pengecekan darah. Trombosit kembali turun, kali ini ke angka 95.000, dan ini sudah kami perkirakan sebelumnya. Tapi melihat kondisi tubuh Dhican yang mulai terlihat makin segar dan aura lebih cerah, kami optimis angka 95.000 tadi bukan lagi angka penurunan, tetapi mungkin sudah menjadi angka titik balik ke atas , mengingat kami terakhir memeriksakan darahnya adalah Selasa sore (selisih 43 jam).

20160804_164943

Jumat (5/8/2016). Dhican terlihat stabil, asupan angkak (tersedia dalam bentuk kapsul, atau ekstrak teh, atau sirup yang dicampur dengan sari kurma dan madu) yang selama ini kami berikan ternyata memberika hasil yang bagus. Kami pun sepakat untuk memeriksakan darah terakhir besok saja, di hari Sabtu, di hari ke-8nya untuk memastikan semua baik – baik saja.

Sabtu (6/8/2016). Dhican tes darah terakhir, dan semua terlihat normal, termasuk trombositnya yang sudah ada di angka 305.000. Hari itu Dhican sudah mulai terlibat permainan dengan teman – teman di lingkungan sekitar rumahnya, kendati terlihat belum segar betul, tapi kami percaya Dhican sudah melewati masa-masa terberat dari sakitnya.

20160806_162155

Hal – hal yang dapat kami ambil pelajaran :

  • Demam berdarah, terutama untuk anak-anak, tidak harus dirawat di rumah sakit, sepanjang kita tahu dan fokus dalam penanganannya, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan cairan tubuh di penderita
  • Selalu konsultasikan dengan dokter setiap perkembangan hasil pemeriksaan darah, sukur2 bisa ketemu dokter yang netral dan jujur dalam memberikan pendapatnya.
  • Jika tidak bisa melakukan keduanya, amannya sih memang harus dirawatinapkan di rumah sakit, agar bisa terpantau dengan konsisten dan lebih cepat penanganannya apabila tiba-tiba terjadi perkembangan ke arah yang tidak diinginkan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s