Sembalun Lawang dan Edensor

Letak wilayah Sembalun Lawang itu memang unik, semacam tersembunyi diantara lingkaran sejumlah bukit yang berjajar sedemikian rupa dengan Gunung Rinjani sebagai pemimpinnya. Menyusuri jalan menuju Sembalun itu seolah sedang mengikuti jalan menuju sisi dunia yang berbeda.

Sebagai contoh gambaran, misalkan kita dari Mataram dan akan menuju Sembalun, maka salah satu jalurnya adalah kita akan melewati sejumlah daerah seperti Cakranegara, Selong, Masbagik, Aikmel, yang kesemuanya itu adalah kota kecil dengan penduduk cukup padat dan ramai kendaraan. Begitu kita mengambil jalur dari Aikmel menuju Sembalun, maka kita akan melewati jalur dimana disisi kiri dan kanan kita adalah hutan yang cukup lebat, dengan jalan aspal kecil, penuh kesunyian. Dan itu berlangsung hingga beberapa kilometer ke depan, hingga kemudian kita tiba di sebuah tanjakan yang sangat tinggi, dan begitu kita sampai di puncak tanjakan itu kita akan dihadapkan pada pemandangan seperti ini :

20151015_165224

Ya, ada kemiripan antara Sembalun ini dengan Edensornya Andre Hirata. Jika Edensor itu adalah sebuah desa kecil di Inggris yang dilihat gambarnya oleh Andrea saat dia masih kecil, dan kemudian berangan-angan ingin mendatanginya, maka Sembalun ini adalah sebuah daerah yang begitu ingin dikunjungi oleh Bunda begitu melihat foto-foto saat saya melakukan perjalanan trekking Rinjani tahun 2006 lalu.

20151015_165528

Dua – duanya sama-sama impian seseorang gegara melihat sebuah foto atau gambar. Dua-duanya sama-sama sebuah desa kecil yang terpencil atau jauh dari keramaian. Coba silahkan googling menu gambar Edensor dan Sembalun Lawang, maka Anda akan mendapatkan gambar sesama desa kecil yang hijau dan tenang.

Menuruni lereng gunung menyusuri lembah menuju Desa Sembalun, kita akan menemukan banyak kebun strawberry, ladang cabe, dan sejumlah tanaman sayuran. Sejumlah penginapan dan masjid  berdiri di kiri kanan jalanan kecil itu. Menurut beberapa orang penduduk asli Lombok, memang masyarakat Lombok ini (tidak terkecuali penduduk Sembalun) senang sekali membangun masjid. Wajar jika Lombok juga mendapat julukan sebagai Pulau Seribu Masjid.

20151015_175947

Pola hidup masyarakat, bentuk bangunan, dan alam di Sembalun ini mengingatkan saya akan daerah Ternate dan Tidore (Maluku Utara) yang dulu pernah saya tinggali selama 1,5 tahunan. Penduduknya rata-rata ramah terhadap pengunjung atau orang asing. Saat sholat berjamaah, semua memakai peci. Tidak ada yang tidak memakai tutup kepala. Gotong royong masih sangat kental di desa ini, terlihat saat bagaimana masyarakat (tidak terkecuali para ibu-ibunya) bersama – sama membangun masjid. Sama dengan orang Tidore yang dengan sukarela akan membantu tetangganya yang sedang membangun rumah tanpa harus diminta.

Bentuk atap bangunan antara Sembalun dan Ternate juga mirip. Biasanya berupa seng atau papan asbes yang dipaku ke kayu atapnya. Atap seperti ini biasanya dipilih untuk daerah -daerah yang berangin kencang. Ternate banyak angin kencang dari laut, sedangkan Sembalun angin kencang dari gunung.

Alamnya juga serupa, banyak angin, iklim dingin pegunungan (Ternate juga merupakan daerah di lereng gunung, yaitu Gunung Gamalama), dengan intensitas cahaya matahari yang menyengat. Suara gema tahrim dari kaset yang dilantunkan dari masjid-masjidnya Sembalun Lawang sebelum adzan dimulai, adalah hal yang biasa ditemukan juga di Ternate.

Sembalun adalah keindahan landscape. Jajaran tak beraturan Bukit Anak Dara, Bukit Nanggi, Bukit Selong, Bukit Telaga, Bukit Pergasingan, dan Gunung Rinjani menjadikan Sembalun terlihat indah dilihat dari sudut manapun.

20151016_060047_001

20151016_071038

20151016_080437

20151017_081638

Sembalun adalah kenangan. Nostalgia pertemuan kembali antara saya dan Pak Askar yang mem-porter-i kami waktu mendaki Rinjani tahun 2006 lalu. Beliau sekarang sudah tua dan tidak lagi menjadi porter, dan memilih membuka usaha warung kecil-kecilan sambil menggarap sawah.

20151016_142706

Sembalun adalah keindahan, yang kemudian akan melenakan anda untuk mengucapkan kata “Aku akan kembali lagi” sebelum meninggalkannya pergi.

20151016_180954

20151017_074332

20151017_075137

One thought on “Sembalun Lawang dan Edensor

  1. Pingback: Sembalun Lawang, Edensornya Indonesia | ale & dhican

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s