Surabaya – Madura : Pacar Ketinggalan Kereta

Apa sikap anda jika dalam sehari mengalami terjebak dalam kemacetan berjam-jam, kemudian ketinggalan kereta luar kota yang berakibat tiket ratusan ribu jadi hangus, kemudian kehilangan HP plus lengkap dengan dua buah kartu ATM, SIM, dan kartu-kartu lainnya ? Saya benar mengalaminya hari Sabtu (20/12) lalu. Terjebak dalam kemacetan arus kendaraan Tangerang – Pasar Senen, kemudian HP berikut sejumlah kartu ATM, SIM, dan sejumlah kartu lainnya ketinggalan di Taxi Express yang ternyata supir taxinya tidak mau mengembalikannya (oke, ini salah saya bukan salah pak supir), kemudian ketinggalan kereta ke Surabaya, kemudian tiket hangus dan saya harus pulang dengan kelelahan.

Saya memilih tidak berlama meratapi, kemudian membiarkannya karena mempercayai saya sedang menjalani skenario yang menarik, sambil berjanji untuk melakukan evaluasi dan mengambil hikmahnya nanti. And show must go on, rencana untuk silaturrrahim ke omnya istri yang di Surabaya (Omnya yang tinggal di Surabaya, istri mah tetap tinggal serumah sama saya. Omnya istri ini maksudnya omnya dari istri, adik dari bapaknya istri yang tinggal di Surabaya. Yang di Surabaya itu adik dari bapaknya istri saya, bukan bapaknya istri saya, bukan pula istri saya. Jadi kesimpulannya yang tinggal di Surabaya itu omnya dari istri saya yang masih tinggal serumah sama saya. Saya sendiri juga tinggal serumah dengan istri saya yang omnya di Surabaya tadi. Jadi, saya bukan di Surabaya, istri juga bukan di Surabaya, tapi om alias adik dari bapak istri saya yang di Surabaya.) harus tetap dilaksanakan, mengingat om ini satu-satunya saudara dari bapak mertua yang belum pernah kami kunjungi rumahnya. Jadilah Minggu pagi kami berangkat dari Soeta menuju Juanda. Acung jempol buat Citylink yang on time dalam pemberangkatannya.

Keluar dari bandara Juanda, kami kemudian membuat pembicaraan dengan seorang supir angkutan plat hitam bermobil Avansa putih untuk mengantar kami menuju daerah Ampel dengan harga yang disepakati Rp. 150.000,-. Rumah omnya istri ini memang terletak di dalam komplek perumahan militer Angkatan Laut, di daerah Ampel Surabaya.

Sambutan dari tuan rumah kami terima, dan setelah sarapa, mandi dan istirahat sejenak, tuan rumah mengajak kami berjalan-jalan mengunjungi jembatan Suramadu, lokasi pembuatan kapal di PT PAL, serta mengelilingi komplek angkatan laut di sekitar patung besar Jalesveva Jayamahe.

Tujuan pertama kami adalah Jembatan Suramadu. Jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Pulau Madura ini memang dari dulu ingin sekali kami kunjungi, dan sungguh menyenangkan karena kini kami berhasil melintasinya, plus bonus menapakkan kaki di Pulau Madura, Pulau ke tiga belas yang berhasil saya tinggalkan jejak kaki. Namanya orang jauh, walaupun sudah ada larangan untuk berhenti di atas jembatan, tetap saja kami berhenti dan mengambil beberapa sesi foto untuk kenangan.

IMG_2543

IMG_2566

Tidak berlama di Pulau Madura, kami pun kembali ke Kota Surabaya menuju lokasi pembuatan kapal di PT PAL. Kami dibuat takjub dengan pemandangan kapal-kapal besar, pipa-pipa besar, serta berbagai peralatan yang berhubungan dengan pembuatan sebuah kapal. Menurut penjelasan om, PT PAL ini disamping membuat dan memperbaiki kapal, juga memproduksi pipa rig untuk pengeborang minyak lepas pantai.

Kemudian kami mengitari daerah sekitar pangkalan kapal perang angkatan laut, mengambil beberapa foto di dekat kapal selam dan sejumlah kapal cepat, dan diakhiri dengan masuk ke dalam museum.

IMG_2576

???????????????????????

IMG_2587

???????????????????????

Eh, museum ini masih baru lho. Masih kecil dan baru berisi beberapa contoh peluru, misil, dan beberapa benda yang berhubungan dengan angkatan laut. Menurut saya, museum ini lebih menonjolkan tentang pembahasan sejarah angkatan laut yang dimulai sejak jaman Mahapatih Gajahmada jaman Majapahit, yang mampu menyatukan Nusantara, kemudian terus bercerita hingga ke jaman sekarang. Semua ulasan dibuat runut dan detail dipajang di tembok museum. Saya antusias membacanya dari awal hingga akhir.

IMG_2646

???????????????????????

???????????????????????

???????????????????????

???????????????????????

Satu lagi, museum ini juga dilengkapi theatre tempat pengunjung bisa menikmati film dokumenter angkatan laut Indonesia. Kami makin merasa spesial begitu penjaga museum mau memutarkan dua buah film dokumenter khusus untuk keluarga kami. Bangga juga melihat kemampuan dan kekuatan Angkatan Laut Indonesia beserta dengan armada perangnya.

???????????????????????

IMG_2617

Setelah puas dengan museum, kami melanjutkan perjalanan menuju Patung Jalesveva Jayamahe. Sayang sekali, waktu itu hujan turun super deras dan permukaan air laut mulai naik. Hal ini membuat kami tidak bisa mendekati patung dan terpaksa memutar balik mobil pulang kembali menuju rumah om.

Petualangan di Surabaya tidak berhenti disitu. Malamnya, saudara sepupu mengantar kami keliling Kota Surabaya, melintasi Tunjungan Plaza, tempat kejadian 10 November, monumen kapal selam, serta membeli sejumlah oleh – oleh di Pasar Genteng. Setelah dua hari lebih kami menginap dan membahas masalah keluarga di Surabaya, Senin pagi harinya, acara ditutup dengan pamitan dan menyempatkan membeli sambal Bu Rudy sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Bromo.

 ???????????????????????

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s