Family Camp ke-3, Blok Danau Mandalawangi Cibodas

SABTU (17/05). Kembali, selalu ada alasan untuk bermalas – malasan dan membatalkan agenda camping keluarga edisi pertama tahun 2014 ini. Pertama, kondisi musim hujan yang sepertinya belum mau berhenti. Kedua, kasur angin kami sedang bocor dan tidak bisa digunakan dengan daya guna maksimal untuk tidur anak-anak. Ketiga, jumlah peserta yang konon kabarnya turun drastis dibanding dengan edisi Desember tahun lalu.

Tapi selalu ada alasan juga bagi kami untuk kembali meneriakkan : “ SHOW MUST GO ON !”. Karena anak – anak sudah menantikan acara ini dari jauh hari, karena Ale punya mainan baru yang sudah dari lama direncanakan bakal dia uji cobakan di medan offroad Cibodas, dan yang pasti karena kami begitu butuh pasokan udara segar guna membangunkan sel-sel kami yang sepertinya sebagian diantaranya sudah mulai kurang produktif.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, kami berangkat dari Tangerang lebih pagi. Setelah sholat Shubuh, kami segera memasukkan segala macam perlengkapan yang sudah kami siapkan malam sebelumnya, ke dalam mobil. Alhamdulillah jalanan masih lancar. Jam 8.30an kami sudah sampai di KFC sekitar Mega Mendung, dan berhenti untuk sarapan pagi. Jam 9 pagi jalur one way ke puncak mulai dibuka. Itu artinya jalan kami menuju lokasi semakin dilancarkan.

Sekitar jam 10 kami sudah sampai di lokasi dan langsung menemui pak Indra dan pak Firanto selaku koordinator acara kali ini. Peserta tercatat tidak sebanyak edisi camping sebelumnya. Ada sekitar sepuluhan tenda saja. Mungkin memang tidak seramai sebelumnya, tapi ini malah membuat kami menjadi bisa saling berkenalan lebih dekat, karena setidaknya ada sekitar empat keluarga baru yang bergabung dalam komunitas camping ini.

Setelah itu, kami langsung membereskan barang bawaan dan mengeluarkan sejumlah peralatan yang siap digunakan untuk beraktifitas (biasanya bunda langsung menyiapkan menu makan siang, saya menyiapkan kasur udara dan kemudian tidur di atasnya, dan anak-anak langsung berganti pakaian siap basah buat bermain air). Dan kami beruntung karena cuaca cukup cerah bersahabat bahkan cenderung panas untuk sekedar tinggal di dalam tenda.

1797502_10202257341580532_367554601017259458_n

Saya dan keluarga, dan mungkin sebagian besar peserta camping memang paling menyukai lokasi blok Danau ini. Lokasinya tidak jauh dari sungai utama, dan sangat dekat dengan aliran sungai sekunder yang ukurannya relatif lebih kecil dengan aliran air yang jernih dan tidak begitu deras sehingga sangat pas buat bermain air bagi anak – anak. Disamping itu blok ini dekat dengan fasilitas 8 buah kamar mandi yang cukup bersih dan layak. Untuk berjalan ke danau dan menyewa perahu pun dapat dicapai dengan berjalan kaki beberapa meter saja. Viewnya juga menjanjikan, jika cuaca cerah di arah selatan akan terlihat puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang mempesona, di sebelah barat ada Danau Mandalawangi yang memanjang hingga arah utara, sedangkan di selatan ada sungai utama dengan alirannya yang jernih serta dihiasi bebatuan besar.

Para peserta camping yang mungkin malas atau tidak bisa memasak tidak perlu khawatir, karena tidak jauh dari lokasi camping terdapat banyak warung – warung kecil yang menjual aneka ragam makanan, pakaian, souvenir, tanaman, hingga makanan kecil buat oleh-oleh.

10388656_10202236797866952_5984971285192108991_n

Selesai sholat dhuhur dan ‘ashr berjama’ah, masing – masing keluarga kemudian kembali ke tenda untuk makan siang bersama keluarganya. Karena jarak antar tenda cukup dekat, jadi kami bisa makan sambil berinteraksi, bahkan sambil saling berbagi. Keakraban antara orang tua, anak, dan guru yang seperti inilah yang mungkin tidak mudah ditemukan di sekolah yang lain. Kendati ada beberapa peserta camping yang bukan berasal dari komunitas Sekolah Alam Tangerang, tetapi hal itu tidak mengurangi keakraban yang terbentuk. Bahkan hal ini menjadi nilai tambah bagi acara ini, karena kemudian komunikasi dan saling kenal ini menjadi wadah saling bertukar informasi, berita, pengalaman serta meluaskan jaringan silaturrahim tentu saja.

10402495_10202243247788196_5842634088354396535_n

10313989_10202236797906953_4223215551216705370_n

Acara kemudian dilanjutkan dengan bermain perahu bersama di Danau Mandalawangi. Awalnya ini diniatkan untuk perlombaan antar keluarga, tetapi mengingat tidak semua keluarga tahu dan bisa cara mendayung dengan benar, akhirnya ya cukup buat aktifitas kebersamaan saja. Tapi seru lho !

10307382_10202243247828197_2603775061969900763_n 1522257_10201420999392500_1041747980_n

Sore hingga maghrib hujan gerimis datang menyapa. Sebagian besar peserta camping memilih untuk kembali ke tenda masing – masing dan melakukan aktifitasnya di dalam tenda. Acara api unggun sambil bakar jagung yang sedianya akan dilakukan di malam itu jadi sedikit tertunda. Malam sekitar pukul delapan cuaca kembali membaik. Api unggun mulai dinyalakan, jagung siap dibakar, sayang beberapa peserta tidak dapat mengikuti acara itu, mungkin karena capek setelah seharian menempuh perjalanan dan beraktifitas, atau mungkin juga karena kedinginan dan memilih tidur cepat. Ada beberapa peserta camping yang baru saja tiba, ikut juga bergabung dalam acara malam itu.

10382161_10202226576451423_2300970888982320793_n

10390143_10202236797946954_4868072611131502967_n

10338231_10203016633470322_6395656991246842748_n

Minggu (18/05). Pagi datang, adzan shubuh berkumandang, dan kami melakukan sholat shubuh berjamaah, dilanjutkan dengan kultum yang dibawakan oleh Pak Andri selaku owner dari Sekolah Alam Tangerang. Kemudian pagi itu kami membuat kegiatan dadakan untuk mencoba trekking ke air terjun cibeureum. Ini tentu mengejutkan bagi saya pribadi. Pertama, mungkin sudah tidak terhitung saya mendaki Gunung Gede ini, tapi terakhir kali saya ke air terjun Cibeureum ini mungkin sudah sepuluh tahun yang lalu, jadi ini akan menjadi hal yang menyenangkan. Kedua, saya meragukan fisik bunda, Ale, dan Dhican. Mungkin bunda dan Ale jika dipaksakan mungkin akan mampu menempuh jalur trekking itu, tapi jelas saya sangat meragukan kemampuan Dhican yang baru berusia 5 tahunan. Jadi, dari awal saya sudah harus mempersiapkan diri untuk menggendong Dhican dan (mungkin) Ale sekaligus apabila diperlukan. Ketiga, pacet ! Saya termasuk yang “gilo” sama makhluk yang satu ini. Pendakian terakhir di gunung ini, satu teman saya dihinggapi pacet di lengan tangannya dan baru ketahuan pas buka baju di pos reservasi bawah. Jadi, saya harus rajin-rajin untuk mengingatkan mereka agar tidak berlama-lama istirahat di tempat yang lembab

Tapi semua itu hanya cukup menjadi kekawatiran saja. Bunda, Ale, dan Dhican sukses mencapai air terjun Cibeureum dengan kondisi sangat baik. Sepanjang perjalanan memang tidak henti-hentinya saya ingatkan untuk selalu menjaga langkah dan pijakan kakinya agar jangan sampai terkilir. Sekali terkilir, maka perjalanan akan menjadi tidak lagi menyenangkan hingga pulang nanti (terutama tentu saja tidak menyenangkan buat saya yang kemungkinan bakalan jadi penanggung beban karena harus gendong mereka  hahahaha).

Awal trekking memang selalu melelahkan. Disamping kondisi medannya yang mendaki, kondisi tubuh juga belum sepenuhnya menyesuaikan. Ibarat mobil, mesinnya harus dipanasin dulu baru kemudian bisa berjalan dengan baik. Sepanjang perjalanan kami dihadapkan pada tangga batu yang mendaki dengan sesekali diselingi oleh jalanan mendatar atau bahkan sedikit menurun (yang biasanya oleh para pendaki dikenal sebagai “bonus”). Mendekati pos panyancangan, jalanan sudah cukup baik dibuat oleh pihak Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP), dengan dibuatkannya jembatan yang terbuat dari cor semen dan besi sebagai pagar pegangan.

1920184_10202232152190813_5221978839421371234_n

10411347_10202249845673139_4858920033128909935_n

Sampai di pos Panyancangan, kaki berasa pengen banget belok ke kiri ke arah air panas, kandang badak, dan kemudian ke puncak gede/pangrango aja, hahahaha. Apa daya, tiga makhluk lainnya memaksa saya untuk mengambil jalur kanan, yaitu jalur menuju air terjun Cibeureum. Ya sudahlah, akhirnya kami pun menikmati alam Curug Cubeureum sambil melepas lelah trekking yang memakan waktu sekitar satu jam-an itu.

10341627_10202239602257060_8478439773578765028_n

10269541_10202239602297061_907119550407580599_n 10300274_10202249845633138_3817577046018776891_n

10370832_10202239602337062_5722420309756532533_n 10303376_10202249845593137_4403981122671982618_n

Family Camp kali ini jelas menjadi camping yang paling berkesan. Saya senang sekali mendapatkan surprise kuatnya bunda, Ale, dan Dhican melakukan trekking naik turun tanpa hambatan yang berarti. Hati jadi hangat. Sehangat pisang goreng yang kami nikmati bersama sepulang trekking, di warung pas di depan pintu utama jalur pendakian Cibodas. Maknyussss !

Sampai di tenda, kami mulai melanjutkan packing yang dari pagi sudah kami cicil. Sengaja kami mengulur waktu hingga jam 2 siang, karena untuk menghindari berlama – lama di jalan akibat sistem buka tutup jalur arah puncak (jalur satu arah turun ke Bogor / Jakarta biasanya dibuka antara jam3-4an sore).

———————————————————————-

Catatan :

Harga Tiket Masuk Daerah Cibodas (Tiket Pemda di Gapura Besar) : Rp.3.000,00/ orang dan Rp. 5.000,00/mobil

Harga Sewa Tenda Kapasitas 6-8 orang : Rp. 250.000,00

Harga Sewa Tenda Kapasitas 3-4 Orang : Rp. 60.00,00

Harga Masuk dan Menginap di Camping Ground = Rp. 20.000,00 / orang

Harga Sewa Perahu = Rp. 20.000,00 / per perahu

Harga Tiket Masuk ke Air Terjun Cibeureum = Rp. 3.500,00 / orang

Harga Pisang Goreng : Rp. 1000, 00 / buah

Harga Diri Ini : ……………….

* Harga sewa tenda sudah termasuk free matras dan sleeping bag

* Sebagian photo yang diupload adalah hasil karya rekan – rekan peserta camping yang sedang saya mintakan ijinnya untuk dibagikan disini.

3 thoughts on “Family Camp ke-3, Blok Danau Mandalawangi Cibodas

  1. Pingback: Family Camp ke-3, Blok Danau Mandalawangi Cibodas | nicecamprent

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s