Macet Rasa Strawberry

Sebenarnya sudah lama kami sekeluarga punya hasrat untuk mampir di Rumah Makan Asep Stroberi, Nagrek. Dan 26 Agustus 2012 lalu, dalam perjalanan pergi dari Magelang menuju Tangerang, kami sempatkan untuk mampir dan menikmati makan sore di tempat itu. Entah karena jadwal makan siang kami yang tertunda hingga agak terlalu sore dan kami terlalu kelaparan, atau memang sajiannya memang istimewa, menu makan sore itupun kami rasakan begitu nikmat. Nasi goreng, nasi liwet, pisang goreng, dan jus strawberrynya enak sekali.

558380_3780515116991_77119831_n

Dari pengalaman pertama mampir itulah kami mendapatkan info bahwa disamping membuka usaha rumah makan, Asep Stroberi Nagrek juga menyediakan penginapan, walaupun belum terlalu banyak, baru 3 rumah (cottage) dengan masing-masing satu kamar tidur, dan sebuah rumah dengan dua kamar tidur. Info ini menarik minat kami untuk sekedar mencoba menginap barang semalam, setelah sebelumnya kami menemukan fakta bahwa rumah makan ini juga menyediakan tempat sholat (bukan musholla, tapi Masjid sodara-sodara) yang bagus, bersih, dan luas.

533231_3783676876033_740193635_n

Nah ceritanya nih, Sabtu (22/12/2012) lalu kami mendapatkan undangan walimahan seorang teman di daerah Bandung. Kami pun dari beberapa bulan sebelumnya segera membuat rencana untuk menghadiri walimah sekaligus mengajak anak-anak berlibur menginap satu malam di Asep Stroberi Nagrek. Dan pagi hari sekitar jam delapan pagi, kami berangk dari Tangerang

Mungkin karena berbarengan dengan jadwal libur sekolah dan libur akhir tahun, kami tidak beruntung dan mendapatkan kondisi jalanan yang penuh dengan kendaraan, macet dimana-mana. Tangerang-Bandung kami tempuh dalam 6 jam. Tepat jam 2 kami baru sampai di tempat undangan. Setelah itu, untuk keluar dari kota Bandung ke lokasi Rumah Makan Asep Stroberi kami membutuhkan waktu 4 jam karena terjebak macet di pintu keluar tol Cileunyi hingga 5 kilo setelahnya. Macet kali ini lebih disebabkan karena adanya hujan lebat yang membuat jalanan di sekitar Rancaekek tergenang cukup dalam. Sekitar pukul 9 malam kami baru sampai di lokasi,Rumah Makan (dan penginapan) Asep Stoberi.

Dan kesabaran kami dalam bermacet ria pun terbayar begitu kami sampai di lokasi dan mendapatkan kamar yang bersih, adem, dengan suasana yang cukup tenang. Setelah menyelesaikan malam malam yang kami pesan,tidur menjadi pilihan terbaik untuk melemaskan otot kaki yang seharian berjibaku menginjak pedal gas rem dan kopling.

Di pagi hari, kami dibangunkan oleh adzan shubuh yang berkumandang dari masjid yang berada di bagian paling depan komplek rumah makan ini. Sholat shubuhpun ditunaikan, dan selanjutnya kami dimanjakan oleh alunan qiroah dari kaset yang disetel dari masjid tersebut. Sambil menikmati pagi dan menunggu sarapan datang, kami pun berkeliling menikmati hamparan hijau sawah, beberapa lahan yang ditumbuhi strawberry, dan aliran sungai yang melengkapi suasana pedesaan yang coba dihadirkan oleh rumah makan ini.

154945_4261569463049_278059831_n

Disamping menyediakan penginapan, ternyata disini juga terdapat beberapa objek permainan anak, diantaranya memetik strawberry, berkuda (Rp. 10.000,- sekali putaran), belajar membuat kerajinan gerabah (Rp. 10.000,- per anak), kano, dan flying fox. Sayangnya, pada saat itu permainan kano sedang tidak bisa digunakan, dan penjaga kebun strawberrynya sedang tidak ditempat, sehingga kami tidak bisa menikmati dua aktifitas tersebut. Permainan-permainan ini rata-rata mulai dibuka jam 10 pagi.

148604_4261443619903_1948977421_n68633_4280091966100_1987162462_n

Overall, kami mengapresiasi atas kesopanan dan keramahan pelayanan prima yang ada, kebersihan lingkungannya (walapun kami agak kesulitan menemukan tempat sampah, terutama di area permainan anak), nilai-nilai Islaminya (Masjid besar, tempat bersucinya bersih, dan para pelayannya berpakaian sopan, bahkan wanitanya memakai hijab), variasi menu makanannya, hingga suasana alami yang masih terjaga dengan cukup baik.

406752_4265775248191_1182612668_n

Ini bukan tulisan promosi, tetapi anggap saja sebagai pengganti rasa bersalah saya yang tidak sempat mengucapkan kata-kata apresiasi (kecuali hanya kata “terima kasih” saja) kepada para karyawan Rumah Makan Asep Stroberi. Harusnya kata-kata itu saya sampaikan kepada mereka secara langsung, setidaknya itu akan memberikan ion positif yang semoga bisa membuat mereka menjadi senang dan tetap mampu menjaga kualitas pelayanan.

541843_4265604443921_451681785_n

Rasa puas setidaknya terucap dari Ale dan Dhican yang menginginkan berlama-lama disini, dan mengharapkan suatu saat nanti kami bisa kembali lagi kesini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s