Sowan “Mbah Rowo”

Mengunjungi Rawa Pening adalah salah satu keinginan saya miliki sejak lama. Dan ternyata istri pun punya keinginan yang sama. Akhirnya, kami membuat rencana liburan ke Magelang, dengan paket tambahan mengunjungi objek wisata sekitar kota Ambarawa. Tujuan awal kami hanya Museum Kereta Api dan Rawa Pening. Sebenarnya masih ada bukit Telomoyo dan Komplek Candi Gedong Songo yang juga menarik untuk dikunjungi, tetapi mengingat waktu liburan kami tidak banyak (dan saya masih belum mahir menyetir), akhirnya dua objek terakhir kami simpan untuk waktu yang akan datang, insya Alloh.

Ambarawa mungkin berasal dari kata Amba (baca : Ombo, artinya luas) dan Rawa (baca :Rowo, artinya ya rawa), dan masyarakat sekitar jawa sering menyebut simpelnya :Mbah Rowo. Perjalanan Magelang-Ambarawa sebenarnya bisa saya (baca : ganteng) tempuh sekitar 1 jam saja, asalkan lancar. Tetapi, karena jalurnya melewati perbukitan, dan jalan yang kami lalui merupakan jalan propinsi yang menjadi jalan utama penghubung kota Semarang-Magelang-Yogyakarta, jadilah perjalanan kami menjadi 2 jam karena harus bersabar dengan antrian truk-truk besar yang banyak melalui jalan tersebut.

Objek wisata Museum Kereta Api Ambarawa saat ini dapat dikatakan sedang tidak aktif. Jadi, pengunjung bebas masuk tanpa dikenai tarif apapun (kecuali tarif parkir). Berbagai jenis lokomotif jaman dulu  bisa kita jumpai di sini. Termasuk koleksi dokumentasi foto-foto kereta jaman dulu. Sayang, tidak ada kereta uap maupun lori yang beroperasi saat itu, sehingga kami gagal menikmati naik kereta jadul mengelilingi alam ambarawa yang indah.

Rencananya komplek museum ini memang sedang di-non aktif-kan dulu, karena akan dipugar dan dibangun lebih baik, agar bisa menjadi wisata andalan Ambarawa pada khususnya, Jawa Tengah pada umumnya, dan tentu saja Indonesia (di dunia hanya ada 3 objek wisata sejenis, satu diantaranya ya yang di Ambarawa ini).

Selesai mengelilingi Museum Kereta Api, kemudian kami mengarahkan mobil kami ke Rawa Pening. Jalan menuju objek wisata ini sekarang sangat mudah. Dengan dibangunnya outer ring road yang melewati sisi timur kota Ambarawa, emmbuat perjalanan menjadi lancar dan pengendara disuguhi pemandangan yang sungguh indah. View dari jalan ini masih sangat terbuka, tidak banyak bangunan di sisi kiri kanan jalan. Pemandangan sawah yang menghampar luas, perbukitan “kaki-kaki” Gunung Merbabu, serta hamparan Rawa Pening yang sebagian besar tertutupi eceng gondok, menjadikan jalan ini lebih menarik.

Rawa Pening tepat ada disisi jalan outer ring road ini, sehingga menarik untuk dikunjungi. Disini, pun sudah dilengkapi dengan fasilitas area parkir yang luas, tempat sholat, arena bermain becak air, arena permainan ATV, penyewaan perahu motor mengelilingi rawa, dan dua warung makan apung. Warung makan apung ini menarik, karena untuk menuju ke tempat itu, kita harus naik rakit dulu. Letak warung ini benar-benar terapung, karena didirikan di atas drum drum yang diikat dan mengambang. Jadi, pada saat makan, kita secara otomatis akan ikut bergoyang goyang pelan, seperti layaknya makan di kapal di tengah laut. Buat yang belum terbiasa, mungkin ini akan sedikit mengganggu.

Ah, suatu saat nanti, saat Museum Kereta Apinya sudah jadi, saat Rawa Pening sudah tertata lebih rapi, dan saat waktu mengijinkan untuk mengeksplorasi Telomoyo dan Gedong Songo, saat itu semoga kami masih sehat dan diberi kesempatan sekali lagi untuk mendatanginya. Semoga.

2 thoughts on “Sowan “Mbah Rowo”

  1. Pingback: Tengok Wisata Semarang Melalui Digital Booklet | makanenak.info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s