Senyum Orang Tua Sepanjang Bibir, Senyum Anak Sepanjang Jalan

Melakukan perjalanan darat dengan mobil, dari Tangerang ke Magelang, kemudian ke Tangerang lagi, bisa jadi akan sangat melelahkan dan menjemukan. Itu terjadi jika anda memilih kawan seperjalanan yang salah, yang membosankan, suka mengeluh, dan tidak mensupport, terutama jika saat itu posisi anda adalah sebagai pembawa kendaraan (istilah kerennya : supir)

Tapi saya beruntung punya teman abadi seperjalanan bernama Bunda (bukan nama sebenarnya), Ale (nama jahilnya), dan Dhiya (nama lucunya). Mereka berkolaborasi untuk menciptakan suasana nikmat di mobil, sehingga perjalanan jauh pun bisa dinikmati dengan nyaman. Terhadang demo buruh di Cikampek, dan terjebak perbaikan jalan di dua kota, Brebes dan Pemalang pun tidak menjadi terasa menyiksa.

Bunda misalnya, dia kebagian supporting mengatur makan dan minum buat anak-anak dan driver. Dia juga kebagian turun dari mobil buat belanja dan pesan ini itu untuk keperluan perjalanan. Bahkan saya harus melanggar kode etik untuk tidak menerima suap karena suapan si bunda selama saya menyetir dalam perjalanan sungguh menggoda iman.

Dhiya alias Dhican alias Baby, tidak kalah lucu. Si bontot ini sering mengeluarkan joke-joke yang membuat kita tertawa semua. Berikut tiga diantarannya :

*) Dhican : ” Mie, mie apa yang bau ?”

All .“Enggak tau, emang mie apa ?”

Dhican : “Mie Kuaaaahhhhhhh”

Dhican menjawab sambil bilang “h”nya dipanjangin dan memenyongkan mulutnya ke kami semua

**) Dhican : “chibi, chibi apa ya bau ?”

All : “enggak tau, emang chibi apa ?”

Dhican : “chibi chibi chibi, hah hah hah hah !!

Jawabnya sambil niruin jawaban personil cherrybelle, tapi “hah”nya sekali lagi dimonyong2in ke kami hingga kebauan.

***) Dhican :“mobil, mobil apa yang manis ?

All : (setelah berpikir dan menebak dgn berbagai tebakan cerdas dan semua dianggap salah sama Dhican)“enggak tau, emang jawabannya mobil apaan ?”

Dhican : “mobil dikasih gula”

Jawab Dhican cuek

Ale juga tidak kalah. Ide konyol kadang sering keluar dari otaknya yang jahil karena kebanyakan konsumsi kartun Tom and Jerry sewaktu kecil. Saat menentukan menu makan siang, Ale memprotes keputusan kami (para ortu) yang akan makan sate tegal selepas keluar dari Tol Kanci, sedangkan anak-anak cukup dibelikan drive thru makanan cepat saji. Dan anak ini mengusulkan agar beli Sate Tegalnya juga harus Drive Thru biar adil !

Anak ini juga dikaruniai kelebihan dalam hal bersosialisasi dan cepat akrab dengan semua orang yang tidak dikenal sebelumnya.  Saat mampir makan di sebuah persinggahan misalnya, dengan pedenya dia langsung nyerocos ke si penjual : “Mbak, mbak, si mbak pasti belum kenal saya khan. Saya sering lho mampir beli disini. Pasti mbak belum pernah lihat saya. Saya kan orang Tangerang”

Satu lagi kejadian pada saat beli bensin, saat perjalanan Magelang-Tangerang memasuki kota Kebumen. Si petugas penjual seperti biasanya akan berkata :“dimulai dari nol yaaa…”. Nah kebetulan si penjual ingin berakrab-akraban dengan Ale yang memang ramah. Iseng si petugas menanyakan dari mana kami berangkat :

Petugas : “dari mana dhek ?”

Ale : ” dari nol !!”

2 thoughts on “Senyum Orang Tua Sepanjang Bibir, Senyum Anak Sepanjang Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s