DOA

Adalah jarak, yang membuat keinginan saya untuk berbakti, mengabdi dan menunjukkan kasih sayang saya kepada kedua orang tua menjadi tidak semaksimal apa yang saya cita-citakan. Dalam pisahan jarak itu, saya hanya mampu untuk menelepon seminggu sekali atau dua kali, dengan durasi bicara antara 10-30 menit dalam satu kesempatan.

Saya mungkin ‘hanya’ mengeluarkan biaya 20ribuan sekali menelepon, atau sekitar 100-150 ribu sebulan. Tapi saya mendapatkan berkah yang luar biasa dari setiap sesi telepon itu. Karena saat akan menutup sesi, saya selalu meminta maaf dan memohon doa, dan selalu diakhiri oleh doa dari ibu saya kepada kami sekeluarga. Dan kata-kata dalam doa yang diucapkan itu sungguh priceless. Karunia Alloh dalam bentuk kesejahteraan, rizki yang mencukupi, anak-anak dan istri yang sehat dan menyejukkan, ketenangan dalam bekerja dan beribadah, serta semua ni’mat Alloh yang tidak bisa dihitung, bisa jadi karena doa-doa priceless tadi yang melangit menemui Tuhannya.

Saya merasa bahwa saya ini sangat – sangat jauh dari Tuhan. Tetapi bisa jadi  doa-doa itu yang membuat Tuhan menjadi terasa dekat dengan saya.

-Tangerang, 17 September 2012-

Berbahagia dan bersyukurlah jika anda saat ini masih berdekatan secara fisik dengan orang tua anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s