Suara Bening Eneng

Gadis kecil penjual koran itu menghampiri pengendara motor yang baru saja memanggilnya. Jam sembilan malam waktu itu, dan gerimis kecil masih saja turun. Si gadis kecil menyebutkan nama sebuah surat kabar saat si pengendara motor menanyakannya.
“Berapa dik ?”
“dua ribu ” suara beningnya tidak terlupakan
Lelaki pengendara motor itu mengeluarkan 20 ribuan
“nggak ada kembaliannya”
“ambil saja” jawab si lelaki cepat, seperti sudah menebak apa yang akan diucapkan oleh si penjual koran.

Lelaki itu kemudian berlalu dengan benak penuh kalimat duga dan pengandaian. Tentu saja bukan memikirkan uang yang sudah diberikannya yang senilai dengan 10 buah koran. Suara gadis kecil itu terdengar begitu bening dan jujur. Saat dia bilang tidak punya uang kembalian, apakah itu berarti bahwa dia belum punya uang 18.000 hingga jam 9 malam ini ? Ah, gadis kecil, besok aku harus “menangkapmu”, tekad si lelaki.

——–

Gadis kecil penjual koran terkejut kecil saat mendapatkan wajah yang baru aja muncul dari kaca mobil yang baru saja dibuka itu. Sekilas Deja Vu, karena wajah itu adalah wajah yang sama dengan wajah malam lalu, dan percakapan berikutnya juga mirip degan percakapan malam lalu.
“Nggak ada kembalian”
Si lelaki tersenyum, sambil matanya melirik ke angka lampu lalu lintas yang menunjukkan 80an detik lagi.
“Namamu siapa dik ?
“Eneng”
“Masih sekolah ?”
“Iya”
“Orang tuamu di mana ?”
“Di rumah, sakit kusta”

Di Tangerang ini, memang banyak orang yang menderia penyakit kusta. Sebagian diantaranya menjalani perawatan intensif di RS Kusta Sitanala. Sebagian lagi ada yang duduk – duduk tersebar di berbagai lampu merah sekedar mengharap belas kasihan. Sudah tidak terhitung media masa yang memberitakan bahwa banyak diantara pengemis ini sebenarnya punya kemampuan harta dan tenaga, tetapi mereka tetap lebih memilih mengemis karena pendapatan dari hasil mengemis jauh lebih menjanjikan dbandingkan pekerjaan mereka lainnya. Mereka “merias diri” semenderita mungkin, menyewa anak untuk menambah rasa kasihan, hingga membuat luka buatan pada beberapa bagian tubuhnya.

Sebenarnya kendati suara si anak begitu bening, lelaki itu tidak bisa menjamin bahwa yang dia dengar itu adalah sebuah kejujuran. Saat si anak mengaku tidak mempunyai uang kembalian, saat si anak mengaku orang tuaya sakit, dan semua yang didengarnya.

Merasa tidak ingin rugi dengan uang yang dikeluarkannya, lelaki itu kemudian memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyampaikan “misi”nya kepada Eneng, si gadis kecil penjual koran.
“Kembaliannya ambil saja, Neng. Buat nambah biaya sekolah, atau biaya berobat orang tua kamu, atau buat apa sajalah. Tapi tolong ingat satu hal Neng, apapun agama kamu, apapun kondisi kamu, usahakan jangan mengemis. Tetaplah bekerja, tetaplah belajar, tetaplah berbuat.”

“Neng, aku pernah mengenal seorang wanita tua renta bertubuh kurus kecil, masih gigih mendorong gerobak dan berkeliling menjadi pemulung. Aku juga pernah menyaksikan seorang lelaki tua di terik panas matahari, berjalan sendirian memikul kerupuk dengan satu tangan, karena tangan satunya memegang tongkat untuk membantu matanya yang buta. Maaf ya, orang -orang yang seperti ini yang menurutku lebih layak mendapatkan belas kasihan, sumbangan, dan limpahan rizki dari Alloh, bukan mereka – mereka yang menadahkan tangan di lampu merah itu.”

Masih sembilan detik. Sambil memasukkan gigi satu, si lelaki menyambung “Dan uang kembalian itu, itu bentuk rizki Alloh buat kamu yang sekecil ini, semalam ini, gerimis, masih mau bekerja menjual koran. Aku hanya perantara rizki NYA ”

Eneng tertegun, memandang mobil itu berlalu sambil masih memegang uang kertas seharga 25 buah koran itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s