kaprah

Aturannya, makmum itu bergerak setelah imam bergerak. Makmum ruku’ setelah imam sempurna ruku’nya. Makmum menurunkan badan bersujud setelah muka atau jidad imamnya menempel di bumi. Nah yangs ering terjadi, sebelum jidat imam menempel di bumi, makmum sudah ikutan turun, bahkan banyak yang membarengi gerakan imam, dan ada beberapa diantaranya mendahului gerakan imam (terutama kalau pas kebetulan yang jadi imam usianya sudah lanjut dan gerakannya lamban).

Lucunya, melihat perkembangan itu, ada beberapa imam yang mengambil inisiatif melakukan gerakan dulu, kemudian baru bertakbir. Imam ruku’k sepmpurna dulu, baru kemudian mengucapkan takbir. Setahu saya, takbir itu diucapkan pada saat pergantian posisi, misalnya dari posisi berdiri menuju ruku’, dari posisi ruku’ menuju sujud, atau dari posisi sujud menuju duduk, atau dari posisi sujud/duduk menuju berdiri lagi. Artinya, takbir selalu mengikuti gerakan sholat. Dan di bagian2 sholat sudah ada bacaannya sendiri – sendiri. Jadi, seharusnya takbir bukan bagian dari bacaan sujud atau ruku’ atau duduk, atau berdiri.

Ini kan kaprah jadinya. Harsunya kesalahan makmum yang membarengi atau mendahului imam itu dibetulkan, eh ini malah diakomodir.

Mirip dengan itu, salah satu tokoh Islam meminta pemerintah agar membuat aturan perundangan yang jelas agar tidak terjadi lagi penentuan hari pertama Ramadhan dan hari pertama Syawal yang berbeda-beda. Maish menurut tokoh Islam tadi, perbedaan yang banyak terjadi dalam penentuan tanggal awal puasa dan lebaran itu terjadi karena ketidakpercayaan para pemuka agama dengan aliran-alirannya kepada pemerintah. Nah lo

Kalau memang para penentu tanggal itu tidak percaya lagi pada pemerintah, bagaimana mungkin undang-undang atau peraturan pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini ?!

Masih banyak lagi permasalahan di dunia ini yang seharusnya merupakan sesuatu yang salah tetapi malah kemudian diberikan wadah untuk mengakomodirnya. Perzinaan yang dibuatkan lokalisasinya, membuat perang demi penjualan produksi senjata, atau bahkan sekedar menciptakan urinoire (trmpat kencing dengan posisi berdiri) bagi laki-laki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s