STAN dan Fardhu Kifayah Pelunasan Hutang Janji Pendidikan

Pendaftaran STAN tahun ini akan ditiadakan !!

Rumor yang beredar di Mei-Juni 2011 ini tentu cukup mengagetkan, wa bil khusus buat para alumnusnya, yang sebagian besar merasa bahwa STAN punya peran besar dalam membentuk garis hidup mereka. Kemudian secara militan mereka membuat aksi damai lewat dunia maya, misalnya dengan membuat berbagai tulisan di blog, mengangkat masalah ini ke forum umum, atau sekedar menempelkan picBadges bergambar logo STAN di profile picture Facebook.

Soal militannya alumnus STAN, anda tidak perlu mempertanyakannya lagi. Sebab, latar belakang alumnus STAN itu dulunya sebagian besar adalah mereka – mereka yang dinamakan “wong cilik”, anak – anak mahasiswa yang mempunyai kemampuan berpikir yang mungkin sedikit lebih dari anak yang lain, tetapi tidak punya kemampuan ekonomi untuk mencari perguruan tinggi selepas SMA. Mereka pernah merasakan bagaimana tidak enaknya menjadi orang kecil dan hidup kekurangan.

STAN, bagi mereka, adalah pintu gerbang pengubah kurva kehidupan. Mereka mendapatkan ilmu yang luar biasa tanpa harus membayar mahal. Mereka mendapatkan pinjaman buku – buku tebal Pengantar Akuntansi, Intermediate, hingga Advance, dan Auditing serta buku Manajemen Keuangan. Mereka menimba ilmu dari pakar-pakar ilmu dunia melalui buku-buku tersebut. Dengan ilmu, dunia bagi mereka menjadi lebih terbuka.

Kembali ke topik tidak dibukanya pendaftaran STAN tahun ini (belakangan diketahu, STAN masih membuka penerimaan mahasiswa baru program D I Keuangan), jika memang alasannya tidak dibukanya pendaftaran itu karena jumlah pegawai negri di departemen keuangan sudah terlalu banyak sehingga tidak memungkinkan adanya formasi penambahan pegawai, saya pikir ini adalah sesuatu yang kurang tepat.

Yang berhubungan langsung dengan formasi PNS itu adalah kelulusannya. Sedangkan, yang kita bicarakan disini adalah penerimaan mahasiswanya. Artinya, Tidak seharusnya penerimaan mahasiswa baru di STAN ditiadakan. Biarkan saja mereka masuk dan mendapatkan hak pengajaran secara gratis, tanpa perlu dijanjikan lulusannya akan dijadikan PNS. Soal pekerjaan setelah lulus, biarkan saja mereka mencari lapangan pekerjaannya sendiri.

Anggap saja STAN ini sebagai lembaga atau entitas “penebusan dosa” atau “pelunasan hutang” janji dari Pemerintah selaku pengelola negara yang menjanjikan akan mencerdaskan bangsa. Disaat biaya sekolah dan kuliah melangit, biarkan STAN menjadi alternatif bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi, untuk melanjutkan pendidikannya dan mendapatkan ilmu yang mumpuni.

Jika ada yang bilang “Tapi mas, mahasiswa sekarang yang mendaftar dan kuliah di STAN itu rata-rata pada tajir, orang – orang berkecukupan “, andaikan itu benar, misalkan dari 1000 mahasiswa yang masuk 999 diantaranya dari keluarga kaya dan hanya 1 mahasiswa dari keluar miskin, STAN tetap harus dilanjutkan !! Biarkan satu orang itu menjadi wakil perubahan nasib dari dirinya, keluarganya, sanak familinya, dan masyarakatnya. Jika memang negara belum mampu mencerdaskan semua anak bangsanya, secara fardhu Kifayah setidaknya negara sudah mencerdaskan satu orang wakil dari kaum miskin itu, kaum saya, kaum kami.

5 thoughts on “STAN dan Fardhu Kifayah Pelunasan Hutang Janji Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s