Dialog (imajiner) Terios

Sebuah dialog imajiner antara saya dan Tuhan, tentang keinginan memiliki sebuah mobil. Pertengahan tahun 2000, saat dunia sekeliling saya sedang dirundung mendung, sedang memasuki era kegelapan, saat itu saya merasa minder karena belum punya mobil. Sedangkan banyak adik kelas saya sudah pada mapan punya rumah wah dan mobil enak. Kadang pakai gonta – ganti pula.

” Tuhan, saya mau mobil. Berikan saya kekuatan finansial buat membeli dan memelihara mobil “

” Memangnya, apa pentingnya mobil buat kamu ?”

” Dengan punya mobil, saya jadi nggak minder lagi. Saya pengen setaraf dengan semua rekan – rekan saya yang pada sudah punya mobil bagus. Setidaknya , jangan biarkan saya malu ya Tuhan !”

Tuhan diam, dan saya tetap tidak punya mobil.

***

Tahun 2002, keinginan punya mobil makin kuat.

” Tuhan, ijinkan saya diberi kemampuan untuk membeli dan memelihara Mobil, dengan rejekiMU yang halal “

“Nah, apa pentingnya mobil buat kamu ?”

” Supaya saya tenang beribadah, nggak mikirin dunia lagi, hati tentram, dan bisa keliling berjamaah di masjid manapun yang saya mau “

Tuhan kembali diam, dan saya tetap tidak punya mobil

***

Akhir 2007, setelah menikah, punya anak dan punya rumah mungil, keinginan punya mobil makin menggila

“Tuhan, kali ini, ijinkan saya untuk memiliki mobil dan memiliki kemampuan merawatnya”

“Memangnya, apa pentingnya mobil buat kamu ?”

“Sekarang saya sudah berkeluarga dan punya anak. Saya tidak tega melihat keluarga saya sengsara, kehujanan di perjalanan, kena angin, kena polusi asap knalpot. Mobil itu untuk anak dan istri saya ya Tuhan…”

Tuhan kembali diam, dan saya tetap tidak punya mobil

***

Pertengahan 2010, dengan malu, saya pun menghadap.

“Ya Tuhan, sesungguhnya segala penguasa harta segala penguasa dunia itu hanya Dirimu. Dan engkau berhak memberikan amanah harta apapun kepada siapapun yang Engkau percayai “

“Nah, itu bagus. Lalu, kamu mau minta mobil lagi ?”

“Tidak, ya Tuhan”

“Oke, kalau sekarang, Aku akan mengamanahkan mobil ke kamu, apa yang akan kamu lakukan ?”

“Saya akan meminta kekuatan padaMU, agar saya selalu ingat bahwa mobil ini mobilMU, harta ini hartaMU, amanah ini amanahMU.”

“bukan mobilmu ?”

“bukan, ini mobil semua makhlukMU. Aku hanya tempat, pengemban amanah. Jika memang membutuhkan, semua umatMU berhak memanfaatkan mobil itu, gratis tis tis, cukup tanggung biaya bensin dan perawatan saja”

Tuhan diam, dan Awal November 2010 sudah ada sebuah mobil di karpot rumah saya. Mobil Tuhan.

8 thoughts on “Dialog (imajiner) Terios

  1. hahahaha.. segitu nyeselnya, pak dheπŸ˜›

    ehmm.. januari, februari, maret, april, mei, juni mungkin? sapa tau sajah ada yang membuat akibat sehingga menyebabkan sendaljepiters bisa jalanjalan *siulsiul*πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s