Farewell, Tunas Robbani

Horee….Ale sudah menyelesaikan pendidikannya di TK B Tunas Robbani. Senang rasanya karena sebentar lagi insya Alloh Ale akan masuk SD, mendapatkan sekolah baru, teman baru, pengalaman baru, suasana baru. Senang karena selama setahun menempuh pendidikan di Tunas Robbani, Ale banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mengalami banyak perkembangan yang menyenangkan.

Tetapi ada sisi sedihnya juga karena harus berpisah dengan para bunda guru yang telah dengan sabar menemani Ale belajar, mau direpotkan saat Ale punya kemauan, dan banyak bersabar saat Ale susah diatur. Saya dan istri sadar benar akan jasa besar para bunda guru ini dalam mendampingi Ale, mengisi kekurangan yang kami miliki karena keterbatasan waktu untuk mendampingi Ale dalam ber-Tolabul ‘ilmi

Perpisahan antara para bunda guru dengan para murid dan orang tuanya dilakukan di Tanah Tingal Tangerang, dilakukan dengan acara outbond bersama. Maksudnya, semua orang tua dikumpulkan dan melakukan outbond bersama bunda2 guru, sedangkan anak – anak melakukan outbond bersama para pembimbing dari Tanah Tingal.

Karena ingin mengabadikan semua kegiatan yang Ale lakukan, akhirnya saya terpaksa melakukan kucing-kucingan untuk sesekali keluar dari kegiatan outbond bersama orang tua, kemudian bergabung dengan anak – anak. Hasilnya, sungguh Ale melakukan hal yang melebihi ekspektasi saya sebelumnya.

Saat melakukan kegiatan lemuncur dalam permainan flyingfox misalnya, Ale dengan nyamannya menaiki tangga setinggi sekitar sepuluh meter itu sebelum kemudian meluncur dengan tali dan sukses mendarat di bawah tanpa terlihat tenag yang berlebihan.

Ale juga terlihat antusias saat diajari cara menanam pohon dengan media plastik dan sekam.

Dan dia juga menikmati masa – masa naik tangga jaring kendati perlengkapan yang menempel di badannya begitu kebesaran sehingga menyulitkan gerakannya.

dilanjutkan sesi meniti jembatan tali, saya tadinya mengkawatirkan dia akan takut atau bahkan gugup di tengah jalan. Tapi nyatanya, Ale malah menikmatinya dengan sesekali tertawa di tengahnya.

Terakhir, sebelum istirahat, Ale menaiki kano (yang ayahnya belum pernah melakukannya). Awalnya agak gugup karena badannya tenggelam di pelampung yang (lagi-lagi) terlalu besar bagi ukuran tubuhnya.

Terimakasih kepada para bunda guru yang telah banyak memberikan ilmu dan menemani Ale selama satu tahun.

Juga atas apresiasinya terhadap apa yang sudah Ale lakukan

Tapi…. kami ternyata menemukan sesuatu yang berbau skandal !!

ini juga

ini lagi

duuhh

(insya Alloh) kita akan jumpa lagi saat Ale sudah di SD ya teman – teman !!

2 thoughts on “Farewell, Tunas Robbani

  1. utang komen yang ini hihihi…

    Ale udah gede, cepet banget😀

    Masya Allah foto kedua dari belakang, itu kayaknya turunan genit dari bapaknya huahahaha…

  2. hahahaha….sorry jeng…pada kasus foto di atas, si Ale bersifat Pasif, teman2nya lah yang pada gemes sama Ale.

    Jadi, yg nurun dari bapaknya itu sifat ngegemesin dan gantengnya…
    hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s