ExtraOrdinary RajaWali

Tidak terbantah lagi, Ale adalah guru kami. Salah satu guru kami yang termuda. Ale banyak mengajarkan bagaimana sesuatu harus disikapi dengan sensitifibilitas ( apa pula ini ? ) hati yang terasah.

Sejak lahir atau bahkan sejak di dalam kandungan, Ale memang sudah berbeda. Peristiwa tali pusar yang melilit lehernya sehingga tiap kali bundanya berkontraksi, si Ale kecil selalu tercekik dan membuat otaknya kekurangan pasokan oksigen, berujung pada penyempitan salah satu jalan saraf yang ada di bagian leher. Jadi, setiap perintah yang dikeluarkan oleh otak, tidak 100% bisa diterjemahkan oleh anggota tubuh lainnya.

Hal itu membuat semua perkembangan yang terutama berhubungan dengan saraf motoriknya menjadi terhambat. Ale baru bisa berjalan di usia 2 tahun, dan baru bisa bicara nyerocos di usia 2,5 tahunan.  Kakinya pun kecil tidak sekuat anak – anak lainnya, sehingga sampai sekarang saat dirinya berlari kami masih saja mencemaskan keseimbangan tubuhnya.

Dalam setiap hal yang berhubungan dengan perkembangan motoriknya, Ali kecil tertinggal dengan teman – teman seusianya. Alhamdulillah untuk kecerdasan, Ale masih bisa mengimbangi. Sejak usia sangat dini Ale sudah hapal 26 abjad dan angka – angka, dimana disaat yang sama, teman – teman seusianya belum mengenal abjad dan angka. Kemampuannya dalam menghapal pun lumayan bagus. Dia bahkan hapal beberapa doa yang tidak ada seorangpun mengajarkannya, cukup dengan beberapa kali dengar.

Dibalik itu semua, kami menjadi lebih perhatian terhadap perkembangan Ale. Saat pertama kali Ale bisa minum dengan sedotan, mungkin bagi orang tua lain hal itu dianggap biasa, tetapi bagi kami itu luar biasa. Jadi Ale telah memberi kami ruang untuk belajar dan mengamati setiap nikmat yang Alloh berikan kepada kami berupa perkembangan demi perkembangan, kemajuan demi kemajuan, yang sudah Ale capai. Artinya, boleh jadi kami jadi lebih sensitif dan lebih menyadari tentang sekecil apapun nikmat Alloh itu, yang mungkin bagi orang tua lainnya tidaklah terasakan.

Dan kini, saat Dhiya ada, dengan segala perkembangannya yang normal, bahkan tergolong sangat pesat, kami benar – benar tidak bisa mangkir untuk selalu bersujud syukur dengan semua kenikmatan yang sudah Alloh anugerahkan. Ale telah membuat Dhiya menjadi nikmat yang luar biasa.

Terima kasih Ale…

4 thoughts on “ExtraOrdinary RajaWali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s