Rahasia Kemin

TENTANG KEIKHLASAN

Namanya Minaryo, orang purwodadi beristri orang Surabaya, kendati tidak berpendidikan tinggi tetapi nekat mengadu nasib datang ke Tangerang untuk mencari rejeki hidup sebagai penjual ayam potong. Oleh teman – teman masyarakat kalangannya dia dipanggil kemin ( dalam bahasa Jawa kemin berarti anak babi hutan, panggilan2 seperti ini sudah terbiasa dalam di beberapa daerah ).

Tuhan memberikan jalan rizki yang baik bagi Minaryo alias kemin. Perlahan usahanya mulai berkembang membaik dan akhirnya dia bisa membeli rumah yang dulu dikontraknya.

Halangan kecil dan besar silih berganti menerpa usaha potong ayamnya, dari mulai isu kasus flu burung yang berkali – kali menimpa, hingga ditipu oleh teman dan pelanggannya dalam jumlah kehilangan hingga jutaan rupiah. Tapi Minaryo menjalaninya dengan ikhlas. Pernah dia membuang satu bak mobil ayam yang tidak laku gara – gara isu flu burung, dan dia tidak pernah menagih orang – orang yang meminjam uang padanya  dan (pura – pura ) lupa akan pinjamannya. Ikhlas kuncinya.

Saat usahanya semakin besar, Minaryo berhasil mendirikan rumah potong ayam sendiri, bahkan sekarang Minaryo sudah mempunyai lebih dari dua tempat usaha pemotongan ayam, mengkaryakan saudara – saudara dari kampungnya, dan bahkan bisa membeli sebuah rumah yang jauh lebih besar di sebuah komplek hunian bagus.

Kesuksesan masih berpihak pada Minaryo. Saat dua tahun mulai mengenal agama dan menekuni ibadah, Minaryo mendapatkan hadiah undian pertama dari Depo Bangunan dengan nilai hadiah Rp.500 juta ( net 375 juta setelah dipotong pajak ). Dengan uang itu diasegera membeli tanah di samping rumahnya, menyumbang pembuatan masjid baru di kompleknya, dan mendaftar Haji untuk dia, istri, dan bapak mertua.

Jadi, ikhlas adalah rahasia hidupnya. Terakhir saya bertemu Minaryo adalah Sabtu lalu, saat saya menghadiri undangan Walimatus safar, mengantar kepergiannya untuk berhaji.

TENTANG RUMAH TUSUK SATE.

Rumah tempat Minaryo dulu tinggal, kemudian dikontrakkan kepada orang lain. Minaryo hanya meninggalinya selama kurang lebih dua tahunan sebelum kemudian menangguk sukses besar dan bisa pindah ke rumah yang lebih baik.

Pengontrak rumah itu adalah saya. Rumah yang beralamat di Puri Dewata Indah Blok AG.36 itu sebenarnya bukan tipe rumah ideal, karena letaknya yang agak “tusuk sate”. Dengan kondisi seperti itu, rumah jadi lebih cepat kotor, apalagi saya dan istri sama – sama bekerja dan tidak punya banyak waktu untuk melakukan perawatan rumah.

Pertimbangan saya mengontark rumah itu adalah karena rumah itu dekat dengan mertua, dekat dengan Masjid, dan murah. Sekarang, di dekat komplek itu, sudah ada sebuah Terminal besar dalam dan antar kota yang memudahkan kami saat kami akan bepergian, dan sebuah pasar tradisional yang memudahkan kami saat berbelanja kebutuhan sehari – hari.

Rumah AG .36 itu terdiri dari sebuah beranda depan, ruang tamu, sebuah kamar tidur  besar, sebuah kamar tidur kecil, dapur, dan sebuah kamar mandi, dengan air PAM dan saluran telepon sudah terpasang. Karena kami keluarga kecil, kamar tidur kecil kami gunakan sebagai gudang. Sebenarnya kamar ini bisa dijadikan kamar pembantu dengan mensekat kamar ini dari dapur, karena rumah ini mempunyai dua pintu masuk.

Mitos tentang “rumah sukses” mulai terasa. Saat Februari 2007 saya dan istri mampu untuk membeli rumah sendiri dan mulai pindah serta menempati rumah baru itu di Juni 2007. Artinya, saya hanya menempati rumah kontrakan Minaryo kurang dari tiga tahun.

Penghuni berikutnya yang mengontrak rumah itupun mengalami nasib sama. Setelah dua tahun mengontrak, sang penghuni akhirnya bisa membeli sebuah rumah baru yang lebih luas dengan luas tanah sekitar 500 meter persegi.

Jadi, kalau dihitung – hitung, dari penghuni sebelum Minaryo, kemudian Minaryo sendiri, kemudian saya, hingga pengontrak terakhir, selalu tidak lebih dari tiga tahun tinggal di rumah tersebut dan langsung bisa mempunyai rumah sendiri.

9 thoughts on “Rahasia Kemin

  1. energi positife apik berarti pak kuwi umahe..
    ngekei masukan positif nang ati karo otak.
    hihihi.
    suk njaluk penempatan kono ah, trus ngontrak omah iku.

    -ojo ding, ngko dadi living legend aku, dadi wong pertama sing ora sukses. hahaha-

  2. nek gak sukses berarti dirimu juga berenergi positif.

    positif ketemu positif, layaknya kutub medan magnet, akan saling tolak menolak

  3. Ikhlas..mmg itu kuncinya. Satu kata dg berjuta makna dan tak mudah melakoninya.
    Jgn smp dijadikan keyakinan tersendiri kl tggl disitu bakal bernasib sama ya(takut syirik..he he).

  4. DIMEJO. seminggu yg lalu wis ono sing ngontrak, tunggu tahun depan coba.

    AAM.tentu, insya Alloh kami tidak membuatnya jadi syirik. Ungkapan lebih tepatnya mungkin seperti yang sudah ditulis di komennya bocahcilik di atas, rumah itu mempunyai energi positif, entah karena penghuni2 sebelumnya rajin menghiasi rumah itu dengan membaca qur an, atau karena dekat masjid, atau karena yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s