Bukan Manusia Biasa

Gus-e, makhluk yang sudah sekian lama tidak saya temui tiba-tiba datang tak diundang pergi tak diantar, nongol di depan pintu rumah saya dan langsung njeplak :

” Sungguh tidak sepantasnya kita menganggap kanjeng nabi itu hanya manusia biasa dan kita kemudian menyamakannya dengan manusia lain. Sekarang coba pikir, manusia mana yang pernah didatangi langsung setiap saat oleh malaikat jibril untuk perantaraan wahyu2 Gusti Alloh. Manusia mana yang mau menolak saat Alloh menawarkan sebuah gunung untuk diubah menjadi emas jika memang kanjeng Nabi menginginkan. Manusia mana yang selalu teringat keselamatan umatnya hingga beliau sendiri sudah mendekati wafat. Manusia mana yang bahkan Alloh dan para malaikat sendiri selalu bersalawat kepadanya.”

” Soal kekhawatiran tentang pengagungan Muhammad menyaingi pengagungan terhadapTuhan, aku rasa semua manusia terbodoh pun tahu batasan batasannya. Pengagungan kepada Muhammad lebih pada penghargaan, penghormatan , untuk membedakan dia dengan manusia bodo macam kita berdua ini ”

“Soal Beliau yang melarang para shohabat untuk mengistimewakan Beliau dalam segala hal, termasuk dalam panggilan, angap saja itu refleksi sikap super rendah hati Beliau”

Dan secepat datangnya, tanpa menunggu saya berkomentar, bahkan tanpa menunggu reaksi kaget saya hilang atas kedatangan orang sudrun ini, tau – tau dia sudah langsung nggeloyor pergi lagi entah mau kemana

————————————————

Bicara tentang sholawat, saya jadi teringat perkataan sohib saya yang hapal ayat – ayat quran dari bermimpi saat tidur. Dia bilang, amalan sholawat itu berbeda dengan amalan – amalan yang lain. Saat kita beramal, kemudian takabur dan menyombongkan atas amalan itu, nilai amalan yang kita lakukan akan berkurang atau bahkan hilang. Sedangkan sholawat tidak, biarpun kita menyombong2kan ke orang lain bahwa kita rajin bersholawat, sholawat itu akan tetap diterima Alloh, dan tidak berkurang kualitasnya karena kesombongan itu.

Masih tentang Sholawat, Ale si beruang qutub ternyata sangat terinspirasi dan merekam semua apa yang saya lakukan saat menidurkan dia waktu dia masih kecil, dan saat menidurkan Dhiya-adiknya- saat ibunya sedang sibuk. Ya, saya gemar mendendangkan sholawat saat menidurkan anak – anak.

Saat ini, sekeras apapun tangis Dhiya, serewel apapun si Lady Strawberry itu, begitu Ale berlari mendekati tempat tidurnya kemudian mendendangkan Sholawat, si kecil Dhiya akan terdiam, tersenyum, dan kemudian tidak menangis lagi.

toyatuwoh tayamuwoh, ala toha wocuyiyyah

toyatuwoh tayamuwoh,ala yasin habibinga

tawatalna bibismiyah wabilhadi wocuyiyyah

wakulli mujahidiliyyah min ahlilbadri ya awoh

twolittleangels

2 thoughts on “Bukan Manusia Biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s