Rizki

Ratih Sang dan Inneke Koesherawati dengan berani mengubah haluan hidupnya dengan mengenakan jilbab. Padahal saat mereka melakukan itu, dapat dikatakan sedang dalam puncak kesuksesannya. Banyak pihak yang meyakini keduanya akan mendapatkan permasalahan tertentu, setidaknya turun pamor, dan berakibat pada penurunan penghasilan.

Yang terjadi adalah Ratih Sang sukses di dunia barunya sebagai perancang mode busana – busana muslimah, sedangkan Inneke kebanjiran job untuk berperan di berbagai sinetron televisi. Tidak ada pengurangan rizki atas hijrah mereka, bisa jadi malah bertambah.

Gigi, band pop Indonesia, sukses memiliki pangsa penggemar tersendiri setelah album pertamanya membawa corak warna yang khas, dengan balutan kepiawaian para personilnya dalam meramu lagu. Keputusan mereka untuk berganti alur membawakan lagu religi awalnya banyak menuai pertanyaan dan kekhawatiran akan masa depan band ini, terutama dari segi disukai atau tidaknya lagu – lagu mereka. Dan andai tidak disukai, tentu akan bermuara pada menurunnya pendapatan yang akan mereka terima.

Yang terjadi kemudian ? Gigi mampu memberi warna baru dalam membawakan lagu – lagu religi tanpa kehilangan identitas musik mereka. Sukses, diterima masyarakat. Penghasilan tidak berkurang, malah bisa jadi bertambah, karena mereka sesekali mendapat order untuk manggung di berbagai kegiatan yang bernuansa keagamaan, hal yang sebelumnya hampir tidak pernah mereka dapatkan.

Dua orang tua saya, berbekal pengetahuan dagang seadanya dan keramahan ala Jawa, pada suatu masa mampu menguasai bisnis penjualan minyak di daerah Magelang selatan. Saat usaha tersebut berjalan, mereka berdua mendapatkan penghasilan yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan keempat anaknya. Saat sebuah praktik monopoli oleh orang dekat penguasa meruntuhkan bisnis minyak tersebut, Alhamdulillah Alloh ternyata tetap tidak mengurangi jumlah rizki yang diterima kedua orang tua saya tadi.

Rizki tambahan datang dari anak – anaknya yang sudah mulai bekerja, perlahan menata hidup, dan bisa mengirimkan uang sekedarnya untuk kedua orang tuanya. Tidak berkurang rizki seseorang dengan campur tangan orang lain, tanpa izin dari Alloh Ta’ala. Bahkan andai mau kita renungkan lebih lanjut, ada nilai tambah dari rizki orang tua saya tadi, yaitu nilai pahala bakti anak – anak pada kedua orang tuanya, nilai doa – doa dan ridho orang tua pada anak – anaknya, nilai bangga orang tua pada anak – anaknya. Nilai tambah yang tidak bisa diukur dengan rupiah.

Saat istri saya menyatakan keinginannya suatu saat untuk berhenti bekerja dan fokus dalam urusan mendidik anak, saya dengan tidak ragu – ragu memberikan persetujuan dan dukungan penuh. Kendati saat ini sebagian besar penghasilan kami berdua masih tersedot untuk melunasi hutang – hutang dan pembersihan harta, saya tidak sedikitpun mempunyai kekhawatiran akan kehilangan atau mengalami penurunan jumlah penghasilan. Saya tahu benar pekerjaan ibu rumah tangga itu jauh lebih berat dibanding pekerjaan yang sedang istri lakukan di tempat kerjanya sekarang. Jadi, saya percaya Alloh akan memberikan reward yang lebih atas usaha yang lebih.

Setidaknya, kedua anak saya akan mendapatkan tambahan kualitas pendidikan yang insya Alloh semoga memadai, sehingga mampu mendapatkan masa depan yang lebih baik dari kedua orang tuanya. Jika dipatokkan dengan usia Kanjeng Nabi, mungkin usia saya dan istri hanya tersisa 30 tahunan ke depan. Tetapi kedua anak kami, tanpa berniata mendahului takdir, andai dihitung dengan usia Kanjeng Nabi, mereka berdua masih mempunyai masa depan selama 55 tahunan. Masa depan mereka itulah yang precious bagi kami.

Memang terlalu sederhana untuk memaknai rizki hanya dari pendapatan yang berupa materi semata, dan terlalu simpel membuat ukuran rizki hanya dari sebatas reward dari usaha atau bekerja saja. Kesehatan, kebahagiaan, dan sejumlah kondisi lainnya dapat juga disebut rizki yang bahkan mungkin tidak bisa dinilai dengan ukuran rupiah. Bisa saja nanti setelah istri saya jadi keluar dari pekerjaannya, penghasilan kami menurun, tetapi kami deiberikan kesehatan yang luar biasa, dihindarkan dari biaya – biaya yang tidak terduga, dan seterusnya – dan seterusnya.

Percayalah, Alloh adalah seindah – indahnya pengatur skenario rizki dan kehidupan. Dan hanya kepada NYA kami titip pasrahkan masa depan anak – anak kami.

2 thoughts on “Rizki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s