Qurrota A’yun

Wanita ini sungguh menyenangkan. Senyum dan setiap gerakan kecilnya selalu memberi arti istimewa di hati. Saya yakin, Tuhan dan para malaikat masih mempunyai peran besar disini sehingga gerak apapun yang dia lakukan selalu mendatangkan kesejukan, hal yang akan berbeda jika gerak itu dilakukan oleh bukan dirinya dan bukan oleh manusia seusianya.

DHIYA ULHAQ AZKIYA namanya. Anak ke dua saya, dari istri pertama ( zwiiinngggggg….tiba2 sebuah piring tau2 sudah terbang dari dapur , tempat istri biasa beraktivitas  !!) . Sebuah nama yang disetujui istri dari sekian nama yang saya ajukan ke dia ( Nama lain yang juga saya suka tapi ditolak sama istri : Bening Tasbih Semesta ). Setiap anggota tubuh mungilnya selalu memunculkan ketakjuban.

living-hand-in-hand

Setiap di rumah, saya seperti tidak mau kalah untuk ikut berpartisipasi mengganti popok, mensucikan tubuhnya, hingga membopong untuk membuatnya tidur. Kegiatan terakhir ini yang paling saya suka, Saya biasa melakukannya dengan mendendangkan sholawatan, bacaan tasbih, atau puji2an yang saya hapal dari pelaguan surau – surau di desa. Seperti ada rasa puas tersendiri kalo saya berhasil menidurkannya dalam pelukan dan gendongan.

Dan hari ini, untuk kesekian kalinya saya senang untuk mengakui, bahwa saya jatuh cinta padanya, pada wanita itu, pada wanita yang juga dicintai oleh istri saya. Wanita itu DHIYA ULHAQ AZKIYA namanya.

6 thoughts on “Qurrota A’yun

  1. jemarinya cantik sakali… lentik, halus, putih…

    semoag sehat selalu ya dedek dhiya.. jangan malu-malu ngompol di gendongan ayahnya ya…
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s