Cagar Alam Pananjung

Liburan ke rumah mbah di Banjarsari !!! Saya dan istri pun mulai mereka – reka skedul untuk mengunjungi Green Canyon yang ada di daerah Ciujung, satu setengah jam-an dari rumah simbah. Tapi setelah melakukan ritual tebak cuaca dengan menari2 ala indian sioux, bakar menyan, hingga mengikuti ramalan cuaca di beberapa media, akhirnya kami mengurungkan niat untuk kesana karena cuaca diperkirakan tidak akan begitu bersahabat.

Target sasaran kami geser sedikit ke timur, ke Cagar Alam Pananjung tepatnya. Tempat ini dapat ditempuh dengan hanya 2 jam dari Tasik, delapan Jam dari Jakarta, satu setengah hari dari Amsterdam,  dan setengah tahun cahaya dari Mars !!! Dari Tasik naik saja bis jurusan pangandaran dan turun tepat di terminal Panagandaran. Dari situ kami melanjutkan perjalanan dengan naik becak dengan harga 15.000-25.000an sudah termasuk ongkos masuk langsung ke objek wisata Cagar Alam Pananjung.

Semula kami berharap akan bertemu berbagai spesies hewan dan tumbuhan langka yang dilindungi, dan ternyata kami salah. Karena disini kami hanya menemukan beberapa ekor rusa dan monyet, dan pengawasan terhadap ketertiban dan kebersihan pengunjung terasa kurang. Objek ini sepertinya lebih tepat disebut sebagai wisata goa, karena objek utama yang ditawarkan justru dalam bentuk beberapa buah goa dengan kedalaman rata – rata 20 meteran. Ada goa Jepang, Goa Lanang, Goa Jagung, dsb.

goajagung

Lewat objek ini, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sedikit mendaki sebuah bukit kecil yang membentuk tanjung ( daratan yang menonjol ke laut ) menuju objek lain yang dinamakan Pantai Pasir Putih. Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Pangandaran, dipisahkan oleh tanjung tadi. Pasirnya memang lebih putih, lebih halus, dan tidak seramai Pangandaran.

Kembali ke Cagar Alam Pananjung tadi, jika anda punya keinginan mengunjunginya, jangan lupa bawa Senter, karena anda akan mengirit ongkos beberapa ribu rupiah buat sewa senter yang ditawarkan oleh beberapa orang yang berdiri di depan mulut tiap – tiap goa. Sempat nyasar berdua ke hutan yang lumayan sepi karena salah menyusuri jalan setapak, akhirnya kami pun bisa menemukan jalan pulang dengan berbekal kompas yang Alhamdulillah selalu tersedia di saku. Padahal, kata salah seorang Ranger hutan yang kami temui, jika kami melanjutkan mengikuti jalan nyasar tadi, kami bisa menemukan sebuah air terjun yang bagus. Woooww.

Selesai menikmati Cagar Alam Pananjung, Pantai Pasir Putih, dan Pangandaran, kami berdua segera pulang kembali menuju rumah mbah banjarsari, dengan satu harapan semoga rencana ke Green Canyon berikutnya bisa terwujud.

2 thoughts on “Cagar Alam Pananjung

  1. ha ha ha…
    liburan i’dil quban kmaren
    aku maen ke cagar alam, pasir putih, gua lanang, main selancar sendal jg…

    trus hari berikutnya ke green canyon….wow is beautipull..

  2. SOELA a.k.a MBAH DHARMO. lho, kok gak ngajak2 kalo mau ke green canyon ? sama siapa aja ? ahhh..pasti dalam rangka bertapa nyari jodoh ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s