Mungkin resepsi pernikahan (Walimatul ‘Ursy) teman istri yang saya hadiri saat itu, bukan yang terbaik yang pernah saya ketahui. Tetapi ada sebuah pemandangan berbeda di acara kali ini.
Disaat standing party menjadi pemandangan yang biasa dalam acara – acara sejenis, disaat tuan rumah hanya menyediakan kursi dan meja dalam jumlah yang terbatas, para tamu biasanya akan mengambil posisi makan dan minum sambil berdiri. Nah beberapa orang (sepertinya mereka satu keluarga) yang terdiri dari beberapa bapak, ibu, dan anak – anak ini, yang kebetulan kerabat dari si pengantin, datang dari Banten, mereka memilih lesehan di gedung tempat acara tersebut dilangsungkan.
Kendati tidak ada karpet, dan disekitarnya orang asik berdiri bahkan berseliweran, keluarga ini tetap menerapkan Sunnah Rosul untuk menikmati makan dan minum dengan posisi duduk. Mereka tidak memperdulikan pandangan aneh dari para tamu yang lain. Saya yakin anda semua sudah tahu tentang pentingnya makan dan minum sambil duduk karena kajian kesehatan tentang itu dan bahaya bagi yang tidak melakukannya sudah banyak bisa kita dapatkan di berbagai media cetak dan elektronik.
Sebuah keluarga yang luar biasa, semoga bisa menginspirasi.

Brarti, untuk mengakali mahalnya harga sewa meja dan kursi utk resepsian, mari mulai bikin tren baru sebagai pengganti standing party jadi lesehan party. Ndak perlu sedia kursi, cukup gelar tikar atau karpet saja.
lebih ngajeni walimahan jaman dulu ya, semuanya duduk dan makanannya yang diantar kepada para tamu..
kalo aku triknya, selesai salaman trus cari tempat duduk, gantian ambil makanannya, jadi ada yang jagain kursi ^^V