Mengalah Sampai Akhir Hidup
June 22, 2009
Terlahir dari sebuah keluarga besar, sebagai anak ke dua, beliau memutuskan untuk mengalah, tidak melanjutkan sekolah, dan memilih untuk bekerja, memberi kesempatan kepada adik – adiknya untuk meneruskan pendidikan. Sebuah pengorbanan yang tidak sia – sia, karena beberapa adiknya akhirnya menjadi orang yang berkecukupan dalam pendidikan dan berkecukupan dengan materi.
Sementara itu, beliau merelakan dirinya terperangkap dalam kesederhanaan hidup, menerima garis takdir dengan tidak banyak mengeluh. Sikap mengalah yang selalu diceritakan ulang dan berulang oleh orang tuanya dan sejumlah teman dekatnya saat kemarin mereka semua berdatangan mengucapkan bela sungkawa.
Ya, beliau, yang sering mengalah menghabiskan makanan tersisa karena tidak mau ada makanan yang mubadzir terbuang percuma, beliau yang selalu mengalah dan tertawa saat dijadikan sasaran kenakalan cucunya, beliau yang selalu tidak pernah mau meminta kepada anak – anaknya kendati tidak mempunyai kekayaaan sepeserpun sisa pensiunnya, kini telah mendahului kami semua.
Seorang mertua yang sangat menghormati dan menghargai menantunya ini bahkan memilih untuk tidak mau dibawa ke rumah sakit berobat menjelang akhir hidupnya hanya karena tidak ingin menjadi beban tanggungan dan merepotkan anak - anaknya.
Sebuah pilihan untuk mengalah sampai mati yang menjadi teladan dalam semayaman hati kami anak - anaknya. Semoga diberi kelapangan dan penerang kubur, diampuni semua dosa, dan dapat berkumpul kembali bersama di jannah NYA.
Allohummaghfirlahu
Warhamhu
wa’afiihi
wa’fu ‘anhu
Allohummabdilhu daaron khoiron min daarihi
Wa zaujan khoiron min zaujihi
Wa ahlan khoiron min ahlihii
Allohumma akrim nuzulahu
Wawassi’ madkholahu
Allohumma laa tahrimna ajrohu
Walaa taftinna ba’dahu
Waghfirlanaa walahu

June 22, 2009 at 12:15 pm
Amiiin..thanks 4 the beautifull word, sayang kakung ke Ayah pasti sama seperti ke anaknya..
June 22, 2009 at 12:54 pm
aamiin…
terima kasih sudah berbagi kenangan indah dengan eyang kakung Ale, aku akan ikut meneladani ilmu mengalah ini. semoga aku bisa
June 30, 2009 at 4:45 pm
turut berduka cita boss, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
btw baru kemaren aku nanya sama ibunya barra, zild punya blog gak? soale tulisannya yang di cicadas dulu bagus-bagus. malah nyapa duluan
July 6, 2009 at 9:49 am
Innalillahi wa Inna Ilaihi raji’un…
merinding saya bacanya Pak.
turut berbela sungkawa..
July 13, 2009 at 8:48 am
ikut berbela sungkawa ya…